Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Badai Salju Dahsyat Terjang Jepang Tewaskan 30 Orang, Wanita Lansia Tertimbun 3 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Air Membeku Seketika, Berapa Suhu Terdingin di Arab Saudi?

Senin, 26 Januari 2026 - 07:06:00 WIB
Heboh Air Membeku Seketika, Berapa Suhu Terdingin di Arab Saudi?
Arab Saudi mengalami gelombang dingin ekstrem sejak Desember 2025 (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Publik Arab Saudi baru-baru ini dihebohkan dengan air yang seketika membeku saat dituang di udara terbuka. Negara Teluk tersebut mengalami fenomena langka yakni gelombang dingin yang ekstrem di sebagian wilayah, memicu hujan salju yang sangat lebat.

Lantas berapa suhu terdingin yang pernah tercatat di negara yang identik dengan gurun tandus tersebut?

Arab Saudi pernah mencatat suhu dingin paling ekstrem yakni minus 10 derajat Celisus. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mencatat, rekor suhu terdingin itu terjadi pada 16 Januari 2008 di wilayah pegunungan Hail.

Dalam laporan statistik terbaru yang dirilis pada Kamis (25/12/2025), NCM mengungkap pencatatan suhu beku di seluruh wilayah Saudi selama musim dingin yang berlangsung Desember, Januari, dan Februari, sejak 1985.

Menurut laporan tersebut, Qurayyat di wilayah Al Jouf mencatat suhu terendah kedua yaitu -9 derajat Celcius pada Januari 2008.

Turaif di wilayah Perbatasan Utara mencatat suhu serendah -8 derajat Celcius pada beberapa kesempatan selama periode yang sama, sementara kota Al Jouf mencatat -7 derajat Celcius pada Februari 1989.

Kota-kota lain juga mengalami suhu di bawah nol, termasuk Arar pada -6,3 derajat, Rafha -5,8 derajat, Riyadh -5,4 derajat, Buraidah pada minus -5 derajat, Qassim -4,2 derajat, Tabuk -4 derajat, Al Ahsa -2,3 derajat, Wadi Al Dawasir -2 derajat, Taif -1,5 derajat, dan Bisha -1 derajat, pada tahun berbeda.

NCM mencatat, 2008 merupakan tahun terdingin yang pernah tercatat di Saudi, dengan beberapa kota termasuk Hail, Riyadh, Buraidah, Qassim dan Tabuk mengalami suhu terendah.

Laporan tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga tersebut untuk menganalisis dan mendokumentasikan catatan iklim jangka panjang, mendukung penelitian ilmiah, dan meningkatkan kesadaran publik tentang karakteristik iklim di Saudi yang merasakan suhu dingin dan panas ekstrem.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut