Harga BBM di AS Melambung Tinggi, Pemerintah Gelar Rapat Darurat
WASHINGTON DC, iNews.id – Menteri Energi AS Jennifer Granholm akan menggelar rapat darurat dengan produsen bahan bakar minyak (BBM) pekan depan. Rencana itu menyusul melambungnya harga BBM di negeri Paman Sam.
Ketegangan antara Pemerintah AS dan Big Oil –sebutan bagi para perusahaan gas dan minyak terbesar di dunia–meningkat akibat lonjakan harga BBM di negara itu. Presiden AS Joe Biden menuntut penjelasan dari para perusahaan penyulingan minyak, karena tidak memasok lebih banyak BBM di pasaran ketika mereka meraih rezeki berlimpah di tengah kelangkaan energi.
Biden saat ini berada dalam tekanan akibat rekor harga BBM. Inflasi pun menjadi masalah utama bagi para pemilih menjelang Pemilu AS pada November.
“(Rapat darurat akan) membahas langkah-langkah yang dapat diambil perusahaan untuk meningkatkan kapasitas penyulingan dan mengurangi harga BBM dalam waktu dekat,” kata juru bicara Departemen Energi AS, Kamis (16/6/2022) malam waktu setempat.
Harga Energi Melambung, AS Lepaskan Lagi 45 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis
Beberapa sumber sebelumnya mengatakan, pertemuan itu akan digelar pada 23 Juni. Akan tetapi, Departemen Energi AS belum menetapkan tanggal yang pasti.
Raksasa-raksasa energi di negara itu meraup untung besar sejak Rusia menginvasi Ukraina, tatkala sanksi AS terhadap Rusia menambah tekanan pada pasokan minyak global. Sejak itu, harga minyak mentah menyentuh angka 120 dolar AS per barel dan harga bensin di AS mencapai rekor 5 dolar per galon (Rp74.163 per 3,79 liter).
Rekor, Harga Rata-Rata BBM di AS Tembus 5 Dolar per Galon gegara Perang Rusia-Ukraina
Biden pada Rabu (15/6/2022) lalu mengirimkan surat kepada para pemimpin perusahaan energi, seperti Marathon Petroleum Corp, Valero Energy Corp dan Exxon Mobil Corp, dan mengatakan bahwa dia telah memerintahkan Granholm untuk menggelar pertemuan.
“Seperti ditegaskan presiden dalam suratnya, dia juga bersiap untuk menggunakan semua perangkat dan kewenangan yang wajar, sebagaimana mestinya, untuk membantu meningkatkan kapasitas dan keluaran, dan mengurangi harga bahan bakar,” kata juru bicara Departemen Energi AS.
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Diprediksi Bakal Menuju 130 Dolar AS per Barel
Kelompok-kelompok perdagangan besar dalam industri minyak AS pada Rabu membalasnya dengan surat ke Biden. Mereka mengatakan, penyulingan minyak di negara itu sudah 94 persen atau mendekati kapasitas penuh.
Kemlu: Uni Eropa Menghancurkan Diri Sendiri lewat Embargo Minyak Rusia
“Setiap pernyataan bahwa para penyuling AS tidak melakukan tugasnya untuk menciptakan stabilitas di pasar adalah kebohongan,” kata Chet Thompson, ketua Produsen Bahan Bakar dan Petrokimia Amerika.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, mengatakan kepada media bahwa pemerintah ingin mendengarkan gagasan dari kalangan produsen energi. “Mungkin ada cara yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka mencapai kapasitas itu,” kata dia.
Gedung Putih mencoba meredam inflasi energi dengan melepas cadangan minyak mentah strategisnya sejumlah puluhan juta barel. Washingtong DC juga menghapus regulasi antiasap pada campuran bensin selama musim panas.
Pemerintah AS dapat mengambil langkah tambahan untuk menurunkan harga, salah satunya dengan menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan peninggalan era Perang Dingin untuk mengaktifkan lagi sejumlah kilang minyak yang menganggur.
Editor: Ahmad Islamy Jamil