Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15:00 WIB
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Survei mengungkap hampir separuh warga Israel mendukung operasi militer lanjutan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Survei terbaru di Israel mengungkap hampir separuh warga mendukung dimulainya kembali operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, meski langkah tersebut berpotensi memicu benturan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Hasil polling yang dilakukan Universitas Ibrani Yerusalem dan dirilis surat kabar The Times of Israel pada Minggu (21/6/2026) menunjukkan, 48,2 persen responden mendukung serangan baru ke Lebanon. Sebaliknya, hanya 20,9 persen yang menentang, sementara sisanya memilih tidak memberikan jawaban pasti.

Temuan ini menunjukkan masih kuatnya dukungan publik Israel terhadap opsi militer di kawasan, meskipun negara tersebut baru saja menyelesaikan perang dengan Iran dan tengah menghadapi tekanan internasional untuk menjaga stabilitas regional.

Perang Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon menjadi ganjalan, berisiko membatalkan perjanjian damai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pasalnya, Lebanon masuk dalam poin MoU pernjanjian damai AS-Iran yang diteken Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 19 Juni lalu.

Survei yang sama juga mengungkap pandangan pesimistis warga Israel terhadap hasil perang melawan Iran. Sebanyak 92,1 persen responden meyakini Iran sebagai pihak yang memenangkan konflik tersebut.

Selain itu, 87,8 persen responden menilai Israel gagal mencapai tujuan yang ingin diraih dalam perang atau hanya berhasil memenuhi sebagian targetnya. Sebanyak 82,9 persen bahkan menyebut konflik tersebut telah melemahkan keamanan Israel dalam jangka panjang.

Pengambilan sampel survei dilakukan pada 17 hingga 20 Juni dengan melibatkan 3.644 responden.

Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik berlangsung hingga 8 April dan berakhir setelah Trump mengumumkan gencatan senjata. Namun, sejumlah insiden kecil masih terjadi setelahnya, terutama di kawasan Selat Hormuz.

Pada 17 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang dikenal sebagai MoU Islamabad. Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya perang, meski berbagai pihak menilai situasi masih rapuh.

AS dan Iran saat ini juga melanjutkan perundingan di resor Burgenstock, Swiss, dalam kerangka MoU Islamabad guna membahas penghentian konflik secara permanen, termasuk isu program nuklir Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut