Guinea Minta Negara-Negara Barat Tak Ikut Campur soal Kudeta di Afrika
NEW YORK, iNews.id - Presiden sementara Guinea, Kolonel Mamadi Doumbouya mengingatkan negara-negara Barat tidak ikut campur soal kudeta di negara-negara Afrika. Menurutnya, kudeta dilakukan karena pemimpin tidak memenuhi janji.
Doumbouya yang juga mengudeta pemerintahan Gabon pada 2021, mengatakan semua harus dilihat akar masalahnya. Seperti kecurangan yang membuat pemimpin mengubah konstitusi sehingga bisa memimpin selamanya.
"Mereka berusaha curang untuk memanipulasi teks konstitusi agar tetap berkuasa selamanya," ujarnya di Sidang Umum PBB di New York, seperti dikutip dari AP, Jumat (22/9/2023)
Doumbouya menuduh beberapa pemimpin di Afrika mencari kekuasaan dengan segala cara, termasuk seringkali mengubah konstitusi. Cara itu diinilai merugikan rakyat mereka.
Profil Erdogan, Presiden Turki 3 Periode Tak Mempan Dikudeta
Di Guinea, dia memimpin pasukan untuk menjatuhkan Presiden Alpha Conde pada kudeta September 2021 untuk mencegah negara itu semakin kacau.
Guinea merupakan salah satu dari beberapa negara di Afrika Barat dan Tengah yang telah mengalami delapan kudeta sejak tahun 2020.
Lho, Israel Ternyata Terus Jual Senjata ke Myanmar meski Ada Kudeta Militer
Termasuk dua kudeta di Niger dan Gabon dalam beberapa bulan terakhir.
Pengambilalihan kekuasaan oleh militer, banyak dirayakan oleh warga negara mereka sendiri tapi dikutuk dunia internasional.
Kudeta Militer, Gabon Didepak dari Keanggotaan Organisasi Ekonomi Afrika Tengah
Editor: Muhammad Fida Ul Haq