TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dihujani kritik kelompok Yahudi karena menerima kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat dengan Hamas.
Kritikan tak hanya datang dari kelompok sayap kanan, melainkan sekutu politik dekat di pemerintahan.
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Pemimpin Partai Harapan Baru Gideon Sa'ar mengatakan, kesepakatan itu sangat merugikan bagi Israel untuk mencegah serangan lebih lanjut. Dia menilai serangan yang dilakukan pasukan Israel belum benar-benar melumpuhkan kekuatan para pejuang Palestina di Gaza.
Dia bahkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas sebagai hal memalukan.
Gempur Gaza 11 Hari, Israel Gagal Hancurkan Infrastuktur Militer Hamas
Mantan Menteri Kehakiman yang juga anggota parlemen saat ini Yamina Ayelet Saked juga mengecam kesepakatan yang mulai berlaku pada Jumat pukul 02.00 tersebut.
"Gencatan senjata tanpa syarat memalukan," ujarnya, dikutip dari kantor berita Anadolu, Jumat (21/5/2021).
Hamas Peringatkan Israel Pascagencatan Senjata: Jari Kami Masih di Pelatuk
Gencatan senjata melalui mediasi Mesir disepakati Israel dan Hamas setelah pertempuran selama 11 hari.
Hamas mengklaim kesepakatan ini sebagai kemenangan besar. Meski banyak korban yang jatuh, Israel gagal menghancurkan infrastruktur militer kelompok pejuang meskipun ratusan kali membombardir Gaza.
Gencatan Senjata, Warga Gaza Rayakan Kemenangan Perang atas Israel
Editor: Anton Suhartono