Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Gencatan Senjata di Perbatasan Suriah Berhasil, Trump Cabut Sanksi Atas Turki

Kamis, 24 Oktober 2019 - 10:07:00 WIB
Gencatan Senjata di Perbatasan Suriah Berhasil, Trump Cabut Sanksi Atas Turki
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat (AS) mencabut sanksi terhadap Turki. Trump juga memuji keberhasilan gencatan senjata di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah.

Trump, yang sempat dikecam karena secara tiba-tiba menarik pasukan AS dari utara Suriah, membuka jalan bagi Turki untuk melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan Kurdi. Trump menyebut sejumlah kecil pasukan AS akan tetap berada di negara yang dilanda konflik itu.

"Sebelumnya pagi ini, pemerintah Turki memberi tahu pemerintah saya bahwa mereka akan menghentikan pertempuran dan ofensif mereka di Suriah dan menjadikan gencatan senjata permanen," katanya, dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih, seperti dilaporkan AFP, Kamis (24/10/2019).

"Oleh karena itu, saya menginstruksikan Menteri Keuangan untuk mencabut semua sanksi yang diberlakukan pada 14 Oktober sebagai tanggapan atas langkah ofensif Turki terhadap Kurdi di wilayah perbatasan timur laut Suriah," ujar dia.

Pengumuman itu muncul setelah sebuah kesepakatan dicapai pada Selasa lalu di Sochi, di mana Rusia dan Suriah berniat memfasilitasi pemindahan dari wilayah perbatasan pejuang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), sekutu AS melawa kelompok ISIS.

Turki akan mengembangkan zona aman di dalam Suriah, panjangnya sekitar 75 mil dan sejauh 20 mil ke bagian dalam wilayah itu. Rusia dan Turki sepakat meluncurkan patroli bersama di sepanjang zona aman.

Trump mengatakan beberapa pasukan AS akan tetap berada di ladang minyak Suriah meskipun jumlah besar tentara AS sudah keluar dari negara itu.

"Kami telah mengamankan minyak dan, oleh karena itu, sejumlah kecil pasukan AS akan tetap berada di daerah di mana mereka memiliki minyak," katanya.

Namun, Trump juga memperingatkan bahwa sanksi yang melumpuhkan dapat diberlakukan kembali jika Turki gagal memenuhi kewajibannya untuk melindungi agama dan etnis minoritas di sana.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut