Gempa Terbaru di Filipina, Bangunan Hotel dan Kondominium Ambruk
MANILA, iNews.id - Gempa bumi bermagnitudo 6,5 mengguncang Pulau Mindanao, Filipina selatan, Kamis (31/10/2019). Ini merupakan gempa besar kedua dalam sepekan terakhir atau yang ketiga dalam 2 pekan terakhir terjadi di Mindanao.
Badan Survei Geologi AS (USGS) mulanya menyebut magnitudo gempa 6,8 namun dimutakhirkan menjadi 6,5. Disebutkan titik pusat gempa berada di 9 kilometer sebelah timur Kisante atau 45 km dari Kota Davao dengan kedalaman 10 kilometer.
Karena bertitik pusat di darat dan dangkal, guncangan gempa sangat dirasakan meskipun tak menimbulkan tsunami.
Wali Kota Tuluan Reuel Limbungan mengatakan, guncangan gempa kali ini sama kuatnya dengan yang terjadi pada Selasa (29/10/2019), meskipun yang terbaru ini lebih kecil magnitudonya.
"Semua orang berhamburan keluar. Gempa ini sama kuatnya dengan yang sebelumnya," kata dia, dikutip dari AFP.
Berdasarkan data sementara satu orang tewas akibat gempa terbaru. Korban terkubur di reruntuhan bangunan. Rumah dan bangunan di Mindanao, terutama yang berada di dekat titik pusat gempa, rentan ambruk karena sudah diguncang gempa besar sebelumnya. Titik pusat tiga gempa ini tak terlalu berjauhan.
Sementara itu di Davao, kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte, bangunan kondominium rusak berat setelah ambruk dan ambles. Sedikitnya delapan penghuni kondomonium mengalami luka. Petugas SAR dikerahkan untuk menyisir bagian dalam gedung yang sudah rapuh itu untuk memastikan tidak ada yang terjebak.
Di kota lain banyak bangunan yang rusak bahkan ambruk. Seorang pria yang merupakan pejabat pemerintah setempat tewas saat menolong korban gempa sebelumnya.
(Kondominium di Davao ambles dan ambruk akibat gempa di Mindanao/AFP)
Ada pula bangunan hotel yang ambruk sebagian dan ambles. Namun pejebat setempat mengatakan hotel sudah dikosongkan sehingga tak ada korban.
Seringnya gempa yang menerjang Mindanao 2 pekan terakhir, termasuk gempa susulan, membuat warga lebih waspada. Mereka dengan sigap langsung pergi ke tempat aman jika ada guncangan.
Sejak gempa pertama terjadi pada 16 Oktober, ratusan warga di seluruh Mindanao memilih tinggal di pengungsian karena khawatir rumah mereka ambruk.
Editor: Anton Suhartono