Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar M6,3 Guncang Vilyuchinsk Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di RI
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Susulan dan Tsunami Belum Berakhir, Warga Rusia Masih Mengungsi ke Dataran Tinggi

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:58:00 WIB
Gempa Susulan dan Tsunami Belum Berakhir, Warga Rusia Masih Mengungsi ke Dataran Tinggi
Warga Sakhalin masih mengungsi setelah gempa dahsyat M8,7 mengguncang lepas pantai Kamchatka disertai tsunami (Foto: RT)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Warga Sakhalin, sebelah utara Kepulauan Kuril, Rusia, masih bertahan di dataran tinggi setelah gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,7 mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rabu (30/7/2025) pagi. Wilayah itu diterjang tiga kali gelombang tsunami yang menghantam pesisir Sakhalin.

Warga enggan kembali ke pemukiman karena gempa susulan terus terjadi dan peringatan dini tsunami belum dicabut sepenuhnya.

“Warga kami di Kuril Utara sangat berpengalaman, ini bukan pertama kalinya mereka mengalami tsunami. Sebanyak 2.400 orang naik ke dataran tinggi dan sampai sekarang masih bertahan di sana menunggu kepastian bahwa situasi telah aman,” kata Gubernur Wilayah Sakhalin, Valery Limarenko, kepada stasiun televisi Rossiya 24.

Pihak berwenang telah menetapkan status keadaan darurat di Distrik Severo-Kurilsky, wilayah paling terdampak dari rangkaian bencana tersebut. 

Tiga gelombang tsunami tercatat menghantam area pesisir, dengan gelombang ketiga menjadi yang paling kuat hingga menyebabkan banjir di pelabuhan dan pabrik pengolahan ikan.

Meskipun tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan secara langsung, wilayah ini mengalami pemadaman listrik dan beberapa fasilitas vital dilaporkan lumpuh. Tingkat kerusakan infrastruktur masih dalam proses penilaian.

Limarenko mengatakan, koordinasi dengan tim penyelamat dan relawan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi. 

“Kami juga menggelar rapat darurat dan akan terus memperbarui langkah-langkah evakuasi apabila situasi memburuk,” tuturnya.

Menurut Badan Geologi Rusia, gempa M8,7 ini merupakan yang terkuat sejak gempa 9 Skala Richter yang mengguncang wilayah tersebut pada 5 November 1952. 

Aktivitas seismik susulan diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, memperpanjang masa siaga bencana di wilayah timur jauh Rusia tersebut.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Hingga kini, ribuan warga masih memilih bertahan di zona aman meski cuaca dan akses logistik mulai menjadi tantangan baru.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut