Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M5,0 Guncang Waikabubak NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati

Senin, 15 Juni 2026 - 11:13:00 WIB
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Gempa dahsyat M7,8 yang mengguncang Filipina pada 8 Juni lalu memicu perubahan geologi besar di wilayah pesisir (Foto: Facebook/Manila Times)
Advertisement . Scroll to see content

MANILA, iNews.id - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada 8 Juni lalu memicu perubahan geologi besar di wilayah pesisir. Dasar laut terangkat hingga 2 meter, menyebabkan terumbu karang muncul ke permukaan dan mengakibatkan kematian massal ikan serta berbagai organisme laut lainnya.

Fenomena tersebut pertama kali dilaporkan warga 2 hari setelah gempa terjadi. Selain mengangkat dasar laut, peristiwa yang dikenal sebagai "pengangkatan pantai" itu juga membuat garis pantai bertambah panjang hingga 200 meter di beberapa lokasi.

Departemen Lingkungan Filipina mengungkap, hamparan terumbu karang yang sebelumnya berada di bawah laut kini terekspos ke udara terbuka. Kondisi itu mengancam ekosistem laut karena banyak biota tidak mampu bertahan hidup di luar habitatnya.

"Terumbu karang dan padang lamun yang terpapar ini mulai mati bersama organisme penghuninya seperti ikan karang, belut, kerang, dan cangkang," demikian pernyataan Departemen Lingkungan Filipina, dikutip Senin (15/6/2026).

Gambar yang dirilis lembaga tersebut menunjukkan area luas terumbu karang yang menyembul ke permukaan disertai bangkai ikan dan berbagai kehidupan akuatik lainnya yang mati akibat perubahan mendadak tersebut.

Warga setempat awalnya melaporkan perubahan pada dasar laut karena khawatir dengan bau tidak sedap yang muncul dari proses pembusukan organisme laut yang terpapar udara.

Gempa berkekuatan M7,8 itu telah menewaskan sedikitnya 61 orang dan menyebabkan 40 lainnya masih hilang. Selain korban jiwa, bencana tersebut memicu perubahan signifikan pada bentang alam pesisir di wilayah selatan Filipina.

Seorang pejabat setempat mengatakan pihaknya belum dapat memastikan seberapa luas area yang terdampak karena besarnya wilayah yang harus disurvei. Pemerintah masih melakukan pemetaan untuk mengetahui dampak penuh dari fenomena pengangkatan pantai tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat pesisir.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut