Gawat! Perjanjian Damai Israel-Hamas Belum Final
“Hamas sebenarnya terbuka untuk berdiskusi tentang bagaimana mereka tidak akan menjadi ancaman bagi Israel. Namun, pertanyaan besar tetap ada: kepada siapa mereka akan menyerahkan senjata itu?” kata Sheikh Mohammed.
Meski demikian, Hamas dikabarkan tetap bersedia mempertahankan gencatan senjata jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala Juru Runding Hamas, Khalil Al Hayya, menyampaikan kepada pejabat AS di Doha bahwa pihaknya siap menghentikan perlawanan bersenjata selama 5 hingga 10 tahun sebagai bagian dari kesepakatan jangka panjang.
Namun Hamas menolak pelucutan total sebelum terbentuk Tentara Nasional Palestina yang mewakili seluruh faksi. Kelompok itu juga mengusulkan diadakannya dialog nasional untuk menentukan masa depan Gaza dan nasib sayap militernya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pelucutan senjata Hamas merupakan syarat mutlak sebelum perang benar-benar berakhir.
“Entah itu akan dicapai dengan cara mudah atau dengan cara sulit, tetapi itu akan tercapai,” ujarnya.
Hamas menilai tuntutan Israel itu sama saja dengan menyerah total dan menganggap perjuangan bersenjata sebagai satu-satunya cara melawan penjajahan.
Editor: Anton Suhartono