Gara-Gara Rumor Anak-Anak Dibunuh sebagai Tumbal, 8 Orang Tewas Dihakimi Massa
DHAKA, iNews.id - Beredarnya rumor di media sosial mengenai beberapa anak yang diculik dan dibunuh untuk dijadikan tumbal pemembangun jembatan besar di Bangladesh memicu aksi main hakim sendiri.
Kepala Kepolisian Bangladesh Javed Patwary mengatakan, sejauh ini delapan orang tewas dihakimi massa karena dituduh terlibat membunuh anak-anak tersebut. Dari delapan korban, dua di antaranya merupakan perempuan.
Salah satu korban adalah perempuan bernama Taslima Begum. Dia dikeroyok hingga tewas oleh sekelompok warga yang mencurigainya sebagai penculik anak. Peristiwa brutal itu terjadi di depan sebuah sekolah di Dhaka pada Sabtu pekan lalu.
Di hari yang sama, seorang pria tunarungu tewas dikeroyok di luar Dhaka saat mengunjungi putrinya.
"Kami telah menganalisis setiap kasus dari delapan pembunuhan ini. Mereka yang dibunuh oleh massa tanpa proses pengadilan tidak ada yang terlibat penculikan anak," kata Patwary, dikutip dari AFP, Rabu (24/7/2019).
Selain delapan orang tewas, lebih dari 30 lainnya mengalami luka menjadi sasaran amuk massa.
Patwary memerintahkan semua kantor polisi di Bangladesh untuk meredam beredarnya rumor ini. Sejauh ini setidaknya 25 channel YouTube, 60 akun Facebook, dan 10 situs web telah ditutup.
Sejauh ini polisi memangkap delapan orang terkait pembunuhan Begum. Setidaknya lima lainnya ditahan karena berperan menyebarkan rumor soal tumbal di media sosial.
Aksi main hakim sendiri kerap terjadi di Bangladesh, namun insiden yang terbaru ini sangat brutal.
Media lokal melaporkan, aksi main hakim sendiri bermula dari beredarnya informasi mengenai seorang pemuda yang membawa kepala seorang anak. Disebutkan, anak itu dibunuh dan dimutilasi di Distrik Netrokona.
Sementara itu jembatan yang dibangun akan menjadi yang terbesar di Bangladesh, yakni berdiri di Padma, membelah Sungai Gangga.
Editor: Anton Suhartono