Fokus Dugaan Serangan Kimia Suriah, Trump Batal Kunjungi Amerika Latin
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan kunjungan resmi pertamanya ke Amerika Latin. Alasannya, Trump ingin fokus pada masalah dugaan serangan gas kimia di Suriah.
Gedung Putih menyebut Trump akan tetap berada di Washington untuk mengawasi respon AS terhadap Suriah.
Dikutip dari BBC, Rabu (11/4/2018), Wakil Presiden AS Mike Pence akan menggantikan Trump melakukan kunjungan ke Amerika Latin. Negara pertama yang akan dikunjungi yaitu Peru untuk mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika.
Sementara itu, badan pengawas senjata kimia global menyatakan akan mengirim tim pencari fakta ke Douma, Ghouta Timur. Sumber-sumber medis yang berada Ghouta menyatakan puluhan orang tewas akibat dugaan serangan zat kimia.
Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) juga menyebut, sebuah tim akan segera diturunkan ke Suriah. Namun Suriah membantah berada di balik serangan tersebut.
Keputusan Trump membatalkan kunjungannya ke Amerika Latin menunjukkan bahwa tanggapan AS bisa memicu operasi militer yang lebih besar.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, jika tindakan militer diambil, hal itu akan menargetkan kemampuan rezim senjata kimia, bukan kekuatan Rusia atau Iran sebagai sekutu Suriah.
Informasi yang diterima Prancis, kata Macron, menunjukkan senjata-senjata kimia memang digunakan dan rezim harus bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Editor: Anton Suhartono