Fitnah Iran, AS Bikin Drone 'Lucas' Mirip Shahed untuk Serang Negara-Negara Arab
TEHERAN, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menggunakan drone mirip dengan produk Shahed Iran untuk menyerang target di negara-negara Arab. Serangan tersebut seolah-olah mengesankan Iran yang melakukannya.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, AS sengaja mengembangkan drone mirip Shahed untuk operasi semacam itu.
"AS telah mengembangkan drone yang mirip buatan kita, 'Shahed'. Mereka menamakannya 'Lucas.' Mereka menggunakannya untuk menyerang target di negara-negara Arab," kata Araghchi, kepada surat kabar Al Araby Al Jadeed, dikutip Senin (16/3/2026).
Militer AS membentuk unit drone kamikaze pertamanya, Gugus Tugas Scorpion. Unit tersebut juga dikerahkan dalam perang melawan Iran.
Presiden Pezeshkian Ngadu ke Macron: AS Gunakan Wilayah Negara Arab untuk Serang Iran
"Kami membentuk skuadron ini tahun lalu untuk dengan cepat melengkapi prajurit dengan kemampuan drone tempur baru yang terus berkembang," kata Juru Bicara Komando Pusat AS (Centcom), Tim Hawkins beberapa hari sebelum serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Dia memastikan unit Scorpion sudah siap untuk menjalankan misi tempur.
Gawat! Iran Peringatkan Penduduk Dubai dan Doha Segera Mengungsi
Gugus Tugas Scorpion mengoperasikan drone Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah (LUCAS) diproduksi oleh SpektreWorks. Drone tersebut dapat melakukan misi serangan satu arah, pengintaian, maupun menargetkan sasaran laut.
Bryan Clark, direktur konsep dan teknologi pertahanan Hudson Institute Drone, mengklaim drone Scorpion efektif menyerang target-target yang tersebar di Iran, termasuk fasilitas produksi rudal, jaringan jalan, serta lokasi-lokasi peluncuran.
Dia menambahkan, Iran mungkin tidak bisa menembak jatuh banyak drone tersebut karena keterbatasan jaringan pertahanan udara.
Pengerahan unit Scorpion mencerminkan pergeseran AS dari yang sebelumnya menggunakan drone mahal seperti MQ-9 Reaper. Penggunaannya dianggap kurang praktis dalam konflik intensitas tinggi serta gaya serbu.
Editor: Anton Suhartono