ANKARA, iNews.id - Presiden Recep Tayyip Erdogan menjawab pemberitaan miring media Barat terkait dengan Pilpres Turki. Dia menuduh Barat ingin memengaruhi publik tentang pemilu legislatif dan pilpres di negaranya.
Menurut Erdogan, negara Barat tak suka dengan Turki yang telah berhasil memerangi terorisme.
Israel Gunakan Senjata di Gaza Penyebab Ribuan Jasad Warga Palestina Menguap Lenyap
"Kami telah mencapai sebagian besar pencapaian demokrasi di Turki dengan melawannya dengan headline. Dalam perang melawan terorisme, kami selalu dibiarkan sendiri. Kami menarik tali sepatu sendiri," kata Erdogan, kepada stasiun televisi TRT Haber.
Selain itu, lanjut Erdogan, negara Barat juga terganggu oleh perkembangan industri pertahanan Turki.
Kilicdaroglu Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres Turki, Anak Buah Erdogan Beri Kritik Pedas
"Apakah mereka menyukai Turki yang industri pertahanannya semakin kuat? Tentu saja tidak. Mereka tidak akan suka karena kita tidak membeli senjata atau amunisi mereka lagi. Negara saya memberikan jawaban ini kepada mereka pada 14 Mei. Saya berharap pada 28 Mei, mereka akan melakukannya lagi," katanya, merujuk pada waktu pilpres Turki putaran kedua.
Erdogan akan bersaing dengan Kemal Kilicdaroglu, capres dari Partai Rakyat Republik (CHP) yang didukung oleh lima partai oposisi lainnya di bawah bendera Aliansi Bangsa.
AS Deg-degan gegara Pemilu Turki, Ini Imbasnya jika Erdogan Menang Pilpres
Erdogan meraup 49,52 persen suara dalam pilpres pada 14 Mei, sementara Kilicdaroglu meraih 44,8 persen. Satu kandidat lainnya dari Aliansi ATA (Ancestral), Sinan Ogan, mendapatkan 5,2 persen.
Ogan memutuskan akan memberikan dukungannya kepada Erdogan dalam pilpres putaran ke-2. Dia mengatakan telah berkonsultasi pertimbangan Kami mengambil keputusan ini karena percaya bahwa keputusan ini tepat untuk negara dan bangsa kita," ujarnya.
Erdogan mengapresiasi dukungan Ogan seraya berterima kasih.
"Ogan tahu betul sikap jelas kami dalam perang melawan terorisme," ujar Erdogan.
Editor: Anton Suhartono