Elon Musk Dirikan Partai Baru, Trump: Konyol!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya angkat bicara soal keputusan miliarder Elon Musk mendirikan partai politik baru. Trump menyebut keputusan mantan sekutunya itu sebagai tindakan konyol.
"Menurut saya konyol untuk memulai partai ketiga. Kita meraih kesuksesan luar biasa dengan Partai Republik. Partai Demokrat telah kehilangan arah, tapi ini akan selalu menjadi sistem dua partai dan menurut saya memulai partai ketiga hanya akan menambah kebingungan," kata Trump, seperti dikutip dari Sputnik, Senin (7/7/2025).
Pada hari Sabtu, Musk mengumumkan pembentukan partai politiknya sendiri yang diberi nama "America Party" atau Partai Amerika.
Musk membentuk partai baru tersebut sebagai akumulasi kekecewaannya terhadap Trump dan Partai Republik terkait pengesahan "RUU Hebat nan Indah' oleh FPR AS pekan lalu. Musk menganggap RUU itu hanya akan menambah utang Amerika, meningkatkan defisit anggaran, serta membuat lebih banyak warga terlilit utang.
Di Tengah Cekcok, Elon Musk Tiba-Tiba Puji Trump karena Tengahi Konflik Hamas-Israel
RUU Trump memangkas pengeluaran federal, namun di sisi lain memberikan keringanan pajak besar.
Disahkan Senat AS, Ini RUU Pemicu Konflik Trump dan Elon Musk
Sebelumnya Musk beberapa kali mengancam akan membentuk partai baru sebagai alternatif Republik dan Demokrat. Bahkan pemilik Tesla dan SpaceX tersebut berjanji akan membentuk partai baru tersebut sehari setelah Kongres mengesahkan RUU kontroversial tersebut.
Percekcokan keduanya semakin kentara setelah Musk keluar dari pemerintahan Trump menyusul berakhirnya masa tugas memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) pada Maret lalu.
Makin Panas! Trump Ancam Hentikan Proyek untuk Perusahaan Elon Musk
Trump mengatakan, tanpa subsidi dari pemerintah, perusahaan-perusahannya bisa gulung tikar dan sang miliarder bisa pulang kampung ke Afrika Selatan. Bukan hanya itu Trump juga mengancam pemerintah akan mengurangi atau menghentikan kerja sama proyek dengan perusahaan-perusahaan Musk.
Editor: Anton Suhartono