Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Arab Saudi Mulai Puasa Ramadan Rabu 18 Februari
Advertisement . Scroll to see content

Durasi Puasa Ramadan di Eropa Lebih Pendek hanya 11-an Jam, Kenapa?

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:14:00 WIB
Durasi Puasa Ramadan di Eropa Lebih Pendek hanya 11-an Jam, Kenapa?
Tahun ini durasi puasa Ramadan di sejumlah negara belahan bumi utara terbilang lebih singkat (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Umat Islam di berbagai negara bersiap menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah. Tahun ini, durasi puasa di sejumlah negara belahan bumi utara terbilang lebih singkat, bahkan ada yang hanya sekitar 11 jam. Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi Ramadan yang bertepatan dengan musim dingin di wilayah tersebut.

Penentuan awal Ramadan berbeda-beda, yakni 18 atau 19 Februari 2026, bergantung hasil pengamatan hilal di masing-masing negara. Perbedaan waktu pelaksanaan juga berdampak pada panjang pendeknya durasi puasa karena ditentukan oleh waktu terbit dan terbenam matahari.

Dipengaruhi Musim Dingin

Sebagian besar penduduk dunia, sekitar 90 persen, tinggal di belahan bumi utara. Pada Ramadan tahun ini, kawasan tersebut masih berada dalam periode musim dingin menuju akhir. Saat musim dingin, durasi siang hari lebih pendek dan malam lebih panjang.

Akibatnya, waktu antara terbit fajar hingga matahari terbenam juga lebih singkat. Inilah yang membuat durasi puasa di sejumlah negara Eropa, termasuk Rusia, hanya berkisar 11 hingga 13 jam pada hari-hari awal Ramadan.

Beberapa negara dengan durasi puasa terpendek antara lain:

1. Prancis (Paris) - 11 jam 33 menit

2. Islandia (Reykjavik) – 11 jam 42 menit

3. Denmark/Greenland (Nuuk) – 11 jam 42 menit

4. Finlandia (Helsinki) – 11 jam 44 menit

5. Rusia (Moskow) – 11 jam 44 menit.

Durasi ini jauh lebih pendek dibandingkan Ramadan yang jatuh pada musim panas, ketika siang hari bisa berlangsung sangat panjang di wilayah utara.

Mengapa Bisa Berubah Setiap Tahun?

Ramadan ditentukan berdasarkan kalender hijriah yang mengikuti peredaran bulan. Satu tahun hijriah lebih pendek sekitar 10 sampai 12 hari dibanding kalender masehi. Karena itu, Ramadan terus bergeser setiap tahun.

Pergerakan ini membuat Ramadan berpindah-pindah musim dalam siklus sekitar 33 tahun. Saat ini, Ramadan berada di periode musim dingin di belahan bumi utara, sehingga durasi puasa lebih singkat. 

Sebaliknya di Belahan Selatan

Berbeda dengan utara, negara-negara di belahan bumi selatan justru mengalami durasi puasa lebih panjang karena masih berada di periode musim panas atau akhir musim panas.

Beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang antara lain:

1. Selandia Baru (Christchurch) – 15 jam 22 menit

2. Cile (Puerto Montt) – 15 jam 13 menit

3. Australia (Canberra) – 14 jam 48 menit

4. Uruguay (Montevideo) – 14 jam 42 menit

5. Argentina (Buenos Aires) – 14 jam 42 menit

Meski demikian, durasi puasa di selatan juga akan terus berkurang mendekati akhir Ramadan seiring perubahan posisi matahari.

Perbedaan durasi puasa ini sepenuhnya merupakan fenomena astronomi yang berkaitan dengan rotasi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap matahari. Saat Ramadan kembali jatuh pada musim panas di belahan bumi utara beberapa tahun mendatang, durasi puasa di wilayah tersebut akan kembali panjang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut