Duh! Mahasiswa Fakultas Hukum Tewas Seketika gara-gara Main Russian Roulette
BRASILIA, iNews.id - Seorang mahasiswa fakultas hukum berusia 20 tahun tewas seketika saat bermain permainan tantangan Russian roulette atau rolet Rusia menggunakan pistol jenis revolver. Pria bernama Cades Emanuel Pimenta Santos Norte itu meninggal dengan kepala tertembus peluru kaliber 38 mm.
Rolet Rusia adalah permainan mematikan yang menggunakan senjata api revolver. Permainan dimulai dengan menyisakan hanya satu peluru di dalam silinder pistol, yang kemudian diputar secara acak. Revolver ditodongkan kepada diri sendiri, lalu pelatuknya ditarik.
Hanya keberuntungan yang dapat menyelamatkan pemainnya, jika pelatuk tidak melepaskan proyektil. Namun hal sebaliknya yang justru terjadi pada Cades. Dia menembak dirinya sendiri ketika asik bermain dan minum minuman keras dengan temannya.
The Sun melansir, (Selasa /9/4/2021), insiden tragis itu terjadi ketika Cades mengundang teman-temannya untuk pesta minuman keras di rumahnya di Kota Janauba, Brasil, pada 1 April lalu.
Tragis, Bocah 9 Tahun di Aceh Besar Tewas Tertembak Senapan Angin Tetangga
Dalam keterangan kepada polisi, teman-teman Cades mengaku pemuda itu awalnya mengajak mereka berkunjung ke rumahnya hanya untuk minum minuman keras sambil mendengarkan musik. Namun, ketika melihat Cades memiliki revolver kaliber 38, mereka sepakat untuk bermain rolet Rusia.
Polisi Myanmar Semakin Brutal, Kepala Demonstran Perempuan Tertembak Peluru
Teman-temannya mulai memainkan dengan bergiliran menembakkan pistol yang berisi hanya satu peluru itu. Saat giliran Cades tiba, pria itu menarik pelatuknya yang ternyata berisi proyektil lalu menembak diri sendiri. Dia pun tewas di tempat.
Tak lama setelah kejadian polisi datang ke lokasi seusai menerima laporan. Dalam hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan Cades tewas karena luka tembak yang dilakukan sendiri. Namun hasil penyelidikan lebih lanjut belum diketahui.
Dalam memberikan kesaksian, teman-temannya yang telah mengenal Cades selama lebih dari enam tahun mengatakan mereka sering memainkan permainan itu. Setidaknya empat kali, namun belum pernah berujung tragis.
Editor: Ahmad Islamy Jamil