Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama
Advertisement . Scroll to see content

Duh, Dokter Bedah ini Rekam Video TikTok saat Operasi Pasien

Selasa, 30 November 2021 - 10:49:00 WIB
Duh, Dokter Bedah ini Rekam Video TikTok saat Operasi Pasien
Ahli bedah di Australia dilarang melakukan operasi kecantikan. (Foto: TikTok)
Advertisement . Scroll to see content

CANBERRA, iNews.id - Seorang ahli bedah di Australia dilarang melakukan operasi kecantikan. Ini karena dia merekam video TikTok saat tengah melakukan operasi kepada pasien. 

Dr Daniel Lanzer dilarang melakukan operasi oleh Badan Praktisi Kesehatan Australia (AHPRA). Badan tersebut menginstruksikannya untuk menghapus semua klip terkait operasi kecantikan dari media sosialnya. Dia juga dilarang memposting tentang prosedur di masa depan.

AHPRA mengatakan, dokter tersebut hanya boleh merawat pasien di bawah peran dokter umum dan dengan pengawasan ketat.

Lanzer menjadi terkenal setelah memposting serangkaian video menari sambil melakukan operasi. Akibatnya, dia pun memiliki ribuan pengikut.

Beberapa pasien berbicara tentang prosedur horor yang mereka jalani. Salah satu pasien bernama Jackie mengaku menderita rasa sakit dan benjolan di dagunya setelah face lift.

"Dia sedang menjalani operasi dan berhenti, memeriksa videonya, lalu mengatakan 'tidak, saya tidak menginginkan itu. Hentikan itu, lakukan lagi," katanya kepada A Current Affair.

Pasien lain, wanita bernama Amy mengaku, dokter tersebut membagikan operasinya secara online. Padahal dia tak memberinya izin. 

Sementara pasien lain mengklaim, operasi sedot lemak yang dilakukan dokter tersebut gagal. Akibatnya dia memiliki benjolan lemak di perutnya.

"Jika saya tahu, maka saya tidak akan membiarkan dia mendekati saya," katanya.

Sayang, Lanzer enggan memberikan tanggapan atas kejadian dan keputusan yang dikeluarkan AHPRA. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut