Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?
Advertisement . Scroll to see content

Donald Trump Pecat Menteri Pertahanan Mark Esper, Berpotensi Picu Ketidakstabilan AS

Selasa, 10 November 2020 - 07:35:00 WIB
Donald Trump Pecat Menteri Pertahanan Mark Esper, Berpotensi Picu Ketidakstabilan AS
Mark Esper dipecat oleh Donald Trump pasca-Pilpres AS 2020. (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memecat Mark Esper dari jabatan Menteri Pertahanan. Keputusan Trump dikhawatirkan memicu ketidakstabilan AS pascapemilu.

Trump mengumumkan pemecatan Esper melalui kicauan di Twitter, Senin (9/11/2020) waktu setempat. "Mark Esper telah diberhentikan. Saya ingin berterima kasih atas jasanya," demikian kicauan akun Trump.

Pemecatan Esper semakin meresahkan pemerintah yang menghadapi ketidakpastian atas manuver Trump menolak hasil pemilu presiden yang memenangkan capres Partai Demokrat, Joe Biden.

Trump berencana pecat pejabat keamanan lain

Dengan masa jabatan di Gedung Putih tersisa 10 pekan, Trump diisukan bakal memecat pejabat keamanan nasional lain yang membuatnya kecewa terkait hasil Pilpres AS.

Menurut beberapa laporan, Trump tengah mempertimbangkan untuk memecat Direktur FBI Chris Wray dan Direktur CIA Gina Haspel, karena mereka dianggap tidak mendukung perjuangannya untuk kembali terpilih.

Pemecatan Esper membuat politisi senior dan mantan pejabat Gedung Putih angkat bicara. Mereka memperingatkan Trump agar tidak melakukan kebijakan yang membuat stabilitas pemerintahan terganggu di sisa masa jabatannya.

Trump diminta jangan bikin AS tidak stabil

Senator Mark Warner, senior Demokrat di Komite Intelijen Senat, mengatakan dia "sangat terganggu" dengan pemecatan Esper.

"Hal terakhir yang dibutuhkan negara kita adalah pergolakan tambahan di lembaga-lembaga yang dirancang untuk melindungi keamanan nasional kita," kata Werner dikutip dari AFP, Selasa (10/11/2020).

"Presiden Trump tidak boleh mengundang ketidakstabilan lebih lanjut dengan mencopot intelijen yang dikonfirmasi Senat atau pejabat keamanan nasional selama masa jabatannya," lanjutnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut