Diserang Iran, Kuwait Liburkan Salat Tarawih di Seluruh Masjid Seminggu
KUWAIT CITY, iNews.id - Kuwait meniadakan pelaksanaan Salat Tarawih di seluruh masjid negara itu selama seminggu atau sejak 28 Februari terkait serangan Iran. Warga menjalankan Salat Tarawih di rumah bersama keluarga masing-masing.
Negara Teluk itu menjadi target serangan Iran karena menampung pangkalan militer Amerika Serikat (AS).
Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Kuwait mengumumkan pelaksanaan Salat Tarawih dimulai kembali pada Sabtu (7/3/2026). Meski demikian, pelaksanaan Salat Tarawih dibatasi maksimal hanya 20 menit.
Sementara itu pusat-pusat keramaian Ramadan tetap ditutup. Pusat-pusat Ramadan di Kuwait biasanya menyelenggarakan aktivitas keagamaan. Selain itu, Kuwait juga mengundang qari terkemuka dari dalam dan luar negeri untuk menjadi imam Salat Tarawih dan Tahajud.
Nah, 3 Jet Tempur F-15E AS Jatuh Tertembak Rudal Kuwait saat Akan Serang Iran
Kementerian wakaf Kuwait menghentikan Salat Tarawih sejak 28 Februari dan membatasi aktivitas masjid hanya untuk salat lima salat karena kekhawatiran dampak perang AS-Israel melawan Iran.
Kuwait termasuk negara terparah yang menjadi target serangan Iran, mengincar pangkalan militer AS yang menjadi markas skaudron jet tempur F-15E.
Jet-Jet Tempur AS Mulai Rontok Lawan Iran, F-15E Keok di Kuwait
Editor: Anton Suhartono