Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Khamenei Balas Ancaman Trump: Pasukan Terkuat Akan Dipukul sampai Tak Bisa Bangun
Advertisement . Scroll to see content

Dihina Trump, Obama Peringatkan Partai Republik Bisa Kalah dalam Pemilu Paruh Waktu AS

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:40:00 WIB
Dihina Trump, Obama Peringatkan Partai Republik Bisa Kalah dalam Pemilu Paruh Waktu AS
Barack Obama memperingatkan Partai Republik bisa menuai kekalahan dalam pemilu paruh waktu pada November mendatang (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memperingatkan Partai Republik bisa menuai kekalahan dalam pemilu paruh waktu pada November mendatang. Ancamannya itu disampaikan mengomentari posting-an bernada rasis di akun media sosial milik Donald Trump.

Pernyataan itu disampaikan Obama menanggapi video yang sempat diunggah di Truth Social pada 5 Februari lalu. Video tersebut menampilkan gambar monyet dengan wajah Obama dan istrinya, Michelle, di bagian akhir tayangan berdurasi total sekitar 1 menit.

Gedung Putih menyebut video tersebut diunggah oleh administrator seorang staf kepresidenan sebelum akhirnya dihapus.

Dalam wawancara dengan podcaster politik Brian Tyler Cohen pada akhir pekan, Obama menilai kualitas diskusi politik di AS telah merosot tajam.

Obama mengatakan sebagian besar warga AS menganggap perilaku seperti itu sangat mengkhawatirkan. Tanpa menyebut Trump secara langsung, dia menilai rasa malu dan kesopanan dalam politik kini seolah telah hilang.

“Ada semacam pertunjukan badut yang terjadi di media sosial dan televisi, dan tampaknya tidak ada rasa malu di antara orang-orang yang dulu mengatakan Anda harus memiliki kesopanan dan rasa hormat terhadap jabatan. Itu telah hilang,” ujarnya.

Obama menegaskan, perilaku seperti itu justru dapat menjadi bumerang bagi Partai Republik dalam pemilu paruh waktu. Menurut dia, publik AS pada akhirnya akan memberikan penilaian melalui kotak suara.

Pemilu paruh waktu bisa saja mengubah komposisi Partai Republik dan Demokrat di DPR maupun Senat. Trump bahkan mengatakan, Partai Republik bisa saja kalah, karena melihat tren.

Video kontroversial tersebut juga memuat teori konspirasi mengenai kekalahan Trump dalam Pilpres AS 2020 melawan Joe Biden. Meski Trump kemudian mengecam bagian video yang menampilkan gambar tersebut, dia tetap menyatakan mendukung inti klaim terkait dugaan kecurangan pemilu.

Obama pun mengisyaratkan bahwa gaya politik yang dinilai melampaui batas etika itu berpotensi menggerus dukungan publik terhadap Partai Republik dalam kontestasi politik mendatang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut