Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump
Advertisement . Scroll to see content

Diancam AS, Iran malah Ingin Berbagi Energi Nuklir kepada Negara Lain

Kamis, 03 Juli 2025 - 13:34:00 WIB
Diancam AS, Iran malah Ingin Berbagi Energi Nuklir kepada Negara Lain
Iran siap membantu negara-negara lain di bidang energi nuklir damai (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran siap membantu negara-negara lain di bidang energi nuklir damai. Sebelumnya Iran menegaskan tak akan menghentikan program nuklirnya meskipun ada ancaman dari Amerika Serikat (AS).

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref mengatakan program nuklir Iran tak hanya bisa dinikmati negaranya, melainkan negara lain. 

"Kami yakin, selain memenuhi kebutuhan sendiri, kami bisa membantu negara-negara lain menggunakan energi nuklir damai," kata Aref, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Iran IRIB, dikutip Kamis (3/7/2025).

Direktur Badan Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan program nuklir Iran tidak bisa dihancurkan dengan pengeboman oleh AS.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sebelumnya memperbarui hasil penilaian pasca-serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. Disebutkan, program nuklir Iran mengalami kemunduran 1 hingga 2 tahun dampak dari serangan yang berlangsung pada 22 Juni itu.

"Kami telah menurunkan program mereka 1 hingga 2 tahun. Setidaknya, penilaian intelijen di departemen menilai hal itu," kata Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell.

"Kami kira mungkin mendekati 2 tahun, seperti menurunkan program mereka 2 tahun," kata Parnell, melanjutkan.

Dia menambahkan hasil penilaian AS atas kerusakan di tiga fasilitas nuklir Iran yang menjadi target serangan tidak berubah.

"Hancur total. Kami yakin kemampuan nuklir Iran telah sangat menurun, bahkan mungkin ambisi mereka untuk membuat bom," tuturnya.

Meski demikian, lanjut dia, intelijen AS masih melakukan penilaian. Tak disebutkan bagaimana AS mengetahui situasi di lokasi fasilitas nuklir tersebut karena aksesnya telah ditutup oleh Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut