Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Israel Tewaskan 3 Prajurit TNI, Dukung Penyelidikan
NEW YORK, iNews.id - Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon UNIFIL yang menewaskan tiga prajurit TNI. Serangan berlangsung di dua lokasi berbeda di Lebanon Selatan pada 30 dan 31 Maret lalu.
"Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia," bunyi pernyataan Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Anadolu, Kamis (2/4/2026).
Disebutkan, serangan itu juga menyebabkan lima prajurit TNI lainnya luka.
Dewan Keamanan juga menegaskan kekhawatiran atas serangkaian insiden terhadap personel UNIFIL yang bisa memengaruhi perannya di tengah permusuhan di sepanjang Garis Biru, membagi Lebnon dan Israel.
TNI Ungkap Kronologi Insiden yang Tewaskan 2 Prajurit dalam Misi UNIFIL
"Mereka mendoakan kesembuhan segera dan menyeluruh bagi yang luka. Mereka memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa demi perdamaian dan keamanan internasional serta menyampaikan apresiasi mendalam kepada negara-negara yang mengirim pasukan UNIFIL," bunyi pernyataan.
Dewan Keamanan juga menegaskan kembali dukungan penuh bagi UNIFIL seraya menyerukan kepada semua pihak untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel, fasilitas, serta kebebasannya sesuai hukum internasional, termasuk menahan diri dari tindakan yang bisa membahayakan personel pasukan penjaga perdamaian.
Tegas! Sekjen PBB Guterres Kutuk Terbunuhnya Prajurit TNI Anggota UNIFIL di Lebanon
Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan.
Selain itu Dewan juga mendesak PBB untuk menyelidiki insiden tersebut melalui UNIFIL sembari terus memberi informasi kepada negara-negara partisipan sesuai resolusi Dewan Keamanan terkait.
Editor: Anton Suhartono