Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Perang Putin Sebelum Rusia vs Ukraina, 2 di Antaranya di Negara Muslim

Senin, 21 Maret 2022 - 15:59:00 WIB
Deretan Perang Putin Sebelum Rusia vs Ukraina, 2 di Antaranya di Negara Muslim
Deretan perang Vladimir Putin sebelum Rusia vs Ukraina, 2 di antaranya di negara Muslim (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa perang dilakoni negara Vladimir Putin sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. Negara Beruang Merah terlibat beberapa kali peperangan selama Putin menjabat perdana menteri atau presiden Rusia, umumnya terkait wilayah bekas jajahan Uni Soviet.

Satu perang lain yang melibatkan Rusia selama kepemimpinan Putin adalah Suriah. Seperti diketahui, Putin merupakan sekutu dekat Presiden Suriah Bashar Al Assad. Pasukan Rusia mulai terlibat di Suriah pada 2015 sejak perang saudara pecah pada 2011.

Berikut deretan perang Putin sebelum Rusia menginvasi Ukraina:

Chechnya

Republik Chechnya dikuasai Soviet sejak 1850-an dan sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Masyarakat negara itu kecewa dengan pemerintahan komunis Uni Soviet. Pada 1991, salah satu tokoh Chechnya, Dzhokhar Dudayev, mendirikan Republik Ichkeria Chechnya yang anti-Rusia. 

Presiden Rusia saat itu Boris Yeltsin tidak ingin ada separatisme di wilayah federasi Rusia. Dia menganggap Chechnya masih menjadi bagian federasi Rusia. 

Sejarah mencatat, Rusia melakukan invasi besar ke Republik Chechnya pada Desember 1994. Invasi ini dianggap sebagai yang terbesar setelah keruntuhan Soviet pada 1991. Chechnya diketahui memiliki sumber daya alam melimpah berupa minyak. Hal itu yang sebenarnya ingin diamankan Yeltsin. Namun, karena tidak memiliki dana untuk membiayai kelompok oposisi Chechnya, Rusia memutuskan untuk melakukan invasi. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut