Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Advertisement . Scroll to see content

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

Jumat, 03 Juli 2026 - 10:20:00 WIB
Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!
Demonstran yang tewas setelah bakar diri di depan Markas Besar PBB, New York, AS, membawa tulisan "China Keluar dari Tibet" (Foto: New York Post)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Seorang demonstran tewas setelah melakukan aksi bakar diri di depan Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (2/7/2026). Sebelum membakar diri, pria itu meninggalkan pesan bertuliskan "China Keluar dari Tibet" sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Beijing di wilayah tersebut.

Demonstran yang diketahui bernama Lobga Rangzen itu juga menancapkan bendera Tibet di trotoar sebelum menyiram tubuhnya dengan bahan bakar dan membakar diri. 

Aksi tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 waktu setempat di dekat East 43rd Street dan First Avenue, kawasan yang berada di sekitar kompleks Markas Besar PBB.

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan pria berusia 42 tahun itu mengenakan pakaian biarawan Tibet saat melakukan aksinya. Pria yang telah tinggal di AS selama 20 tahun itu ambruk ke trotoar kurang dari 1 menit setelah tubuhnya dilalap api.

Sekitar 15 detik kemudian, dua petugas first responder tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong.

Petugas juga menemukan secarik kertas di lokasi kejadian yang berisi pesan bertuliskan, "China, Keluar dari Tibet." Pesan itu diduga menjadi pernyataan politik yang melatarbelakangi aksi nekat tersebut.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) telah membuka penyelidikan atas insiden itu. Polisi masih mendalami apakah aksi bakar diri tersebut murni dilakukan atas inisiatif pribadi atau terdapat unsur lain yang melatarbelakanginya.

Sejak Maret 2009, lebih dari 150 orang melakukan aksi bakar diri di Tibet untuk memprotes pendudukan China, demikian data gerakan Free Tibet.

Gerakan tersebut berupaya merebut kembali kedaulatan Daerah Otonomi Tibet, yang ditandai dengan pemulihan kekuasaan kepada Dalai Lama, pemimpin spiritual tertinggi Buddha Tibet.

China mengambil alih Tibet pada 1951 dan menyebut langkah tersebut sebagai "pembebasan damai". Sementara itu, bendera Tibet yang dibawa Lobga identik dengan gerakan yang muncul setelah pemberontakan terhadap pemerintahan China pada 1959 yang berakhir gagal.

Usai pemberontakan tersebut, parlemen dan pemerintahan Tibet di pengasingan didirikan di India. Beijing tidak mengakui pemerintahan itu dan menegaskan Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Di sisi lain, Dalai Lama berpandangan Tibet merupakan negara merdeka ketika Tentara Pembebasan Rakyat China memasuki wilayah tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut