Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland
Advertisement . Scroll to see content

Datang ke Haiti untuk Adopsi Anak, Pasangan Asal Prancis Ditembak Mati

Selasa, 26 November 2019 - 10:50:00 WIB
Datang ke Haiti untuk Adopsi Anak, Pasangan Asal Prancis Ditembak Mati
Pasangan asal Prancis yang hendak mengadopsi anak ditembak mati di Haiti (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

PORT AU PRINCE, iNews.id - Dua warga Prancis ditembak mati di Port au Prince, Haiti, pada akhir pekan lalu. Pasangan tersebut baru saja tiba di Haiti untuk mengadopsi anak sebelum ditembak oleh orang tak dikenal. 

Pejabat di Kedutaan Besar Prancis di Haiti membenarkan tewasnya pasangan tersebut, namun tak memberikan keterangan lebih detail mengenai kejadiannya.

Dua sumber menyebutkan, korban berasal dari Kota Saint Martin d'Ardeche, Prancis, datang ke ibu kota Haiti untuk membawa seorang anak ke negara mereka melalui proses adopsi.

Menurut sumber, pasangan yang tak disebutkan identitasnya itu menjadi korban perampokan, namun peristiwa berubah menjadi tak terkendali hingga terjadi penembakan.

Sementara itu juru bicara pemerintah Ardeche mengatakan, pasangan itu sudah mendapat lampu hijau untuk mengadopsi anak pada tahun lalu.

Haiti merupakan negara termiskin di Amerika yang sejak 2 bulan terakhir sedang bergolak dengan maraknya unjuk rasa. Demonstrasi yang dipicu langkanya bahan bakar berubah menjadi kekerasan dan kampanye lebih luas untuk menggulingkan Presiden Jovenel Moise.

Menurut data PBB, setidaknya 42 orang tewas dan puluhan lainnya luka selama unjuk rasa antipemerintah yang dimulai pada pertengahan September.

Kementerian Luar Negeri Prancis sebenarnya sudah memperingatkan warganya untuk menunda perjalanan ke Haiti sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Demonstrasi, disertai dengan pemblokiran jalan-jalan utama dan aksi kekerasan (melempar batu, menembak) sangat sering terjadi. Kelompok-kelompok kekerasan aktif dan memicu suasana ketidakamanan," demikian keterangan Kemlu Prancis bulan lalu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut