Daftar Percobaan Pembunuhan Presiden AS, 4 Tewas saat Masih Menjabat
WASHINGTON DC, iNews.id – Calon presiden (capres) dari Partai Republik, Donald Trump, ditembak oleh pria bersenjata saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024) lalu. Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyebut insiden itu sebagai percobaan pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika itu.
Trump selamat dari serangan itu. Namun, dia mengalami luka di telinga kanannya.
Badan Riset Kongres AS (CRS) mengungkapkan, serangan langsung terhadap presiden, presiden terpilih, dan capres di Amerika Serikat sudah 15 kali terjadi sepanjang sejarah negara adidaya itu. Lima di antara insiden tersebut berakibat kematian pada korban.
Menurut CRS, ada empat presiden AS yang dibunuh saat masih menjabat. Mereka adalah Abraham Lincoln, James Garfield, William McKinley, dan John F Kennedy.
Insiden Penembakan Tingkatkan Peluang Donald Trump Menangkan Pilpres AS 2024?
Abraham Lincoln
Lincoln dibunuh pada 1865 oleh John Wilkes Booth di Teater Ford di Washington.
James Garfield
Preiden ke-20 AS ini ditembak pada 1881 di Washington, di sebuah stasiun kereta api. Dia meninggal karena luka-luka akibat penembakan itu dua setengah bulan kemudian.
FBI Pastikan Senapan Serbu AR yang Dipakai untuk Tembak Donald Trump Legal
William McKinley
McKinley dibunuh pada 1901 oleh seorang anarkis di Buffalo, New York.
John F Kennedy
Lee Harvey Oswald menembak Kennedy pada 1963 di Dallas, Texas, saat sang presiden sedang memimpin iring-iringan mobil.
Partai Republik Tuduh Joe Biden Hasut Penembakan Donald Trump
Ada tiga presiden AS yang terluka setelah diserang, tetapi selamat dari upaya pembunuhan. Dua di antaranya menjadi sasaran penembakan saat masih menjabat.
Donald Trump
Trump baru saja memulai pidato kampanyenya di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024) waktu setempat, ketika tembakan terdengar. Sebuah peluru tampaknya menyerempet telinganya dan mengeluarkan darah. Dia langsung dilarikan oleh petugas keamanan ke sebuah mobil SUV hitam.
Ronald Reagan
Dia ditembak pada 1981 di luar Hotel Hilton di Washington, namun selamat dari serangan itu. Reagan terluka ketika salah satu peluru memantul dari limusin dan mengenai ketiak kirinya.
Theodore Roosevelt
Dia ditembak di dada pada 1912 saat berkampanye untuk pemilu di Milwaukee. Nyawanya selamat.
Andrew Jackson
Jackson tercatat sebagai presiden pertama AS yang menjadi sasaran pembunuhan. Insiden itu terjadi pada Januari 1835. Pelakunya adalah seorang seniman lukis Richard Lawrence. Upaya pembunuhan dilakukan Lawrence saat Jackson menghadiri pemakaman seorang anggota Kongres AS di Gedung Capitol, Washington DC.
Franklin D Roosevelt
Pada 15 Februari 1933, seorang pengangguran bernama Giuseppe Zangara berusaha membunuh Roosevelt. Pelaku menembakkan senjatanya ke sang presiden terpilih saat itu, sambil berteriak bahwa banyak orang kelaparan di AS. Pada waktu itu, Roosevelt baru saja menyampaikan pidato di Bayfront Park Miami. Dari kursi belakang mobilnya yang terbuka, Zangara melepaskan enam kali tembakan. Namun tembakan meleset mengenai lima orang.
Harry Truman
Truman selamat dari upaya pembunuhan pada 1 November 1950. Pelakunya adalah dua aktivis pro-kemerdekaan Puerto Rico, Oscar Collazo dan Griselio Torresola. Kedua pelaku dihentikan sebelum masuk ke rumah Truman. Namun Torresola melukai petugas Secret Service (waktu itu bernama Polisi Gedung Putih), Leslie Coffelt, yang kemudian membunuh pelaku dalam serangan balasan. Sementara itu seorang agen Dinas Rahasia menembak pelaku lainnya, Collazo. Truman ada di lantai saat kejadian dan lolos dari upaya pembunuan.
Gerald Ford
Ford selamat dari dua percobaan pembunuhan dalam waktu kurang dari tiga minggu pada 1975 tanpa terluka.
George W Bush
Presiden AS dari Partai Republik, George W Bush, menghadiri pertemuan dengan Presiden Georgia, Mikhail Saakashvili, di ibu kota negara pecahan Uni Soviet itu, Tbilisi, pada 2005. Tiba-tiba sebuah granat tangan dilempar ke arahnya. Kedua presiden berada di balik penghalang antipeluru saat granat yang dibungkus kain mendarat sekitar 30 meter dari mereka. Granat tersebut tidak meledak, sehingga tidak ada yang terluka.
Editor: Ahmad Islamy Jamil