Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

China Tampilkan Wajah Pengemplang Utang di Pemutaran Film The Avengers

Selasa, 30 April 2019 - 12:54:00 WIB
China Tampilkan Wajah Pengemplang Utang di Pemutaran Film The Avengers
Tayangan para pengemplang utang sebelum pemutaran film The Avengers: Endgame di salah satu bioskop di China. (FOTO: doc. WeChat / Liandu District People's Court)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China tampaknya semakin meningkatkan usaha untuk mempermalukan para pengemplang utang. Kali ini caranya dengan menayangkan wajah dan nama mereka di layar bioskop menjelang pemutaran film populer seperti The Avengers: Endgame.

Tahun lalu, sebuah bioskop di Provinsi Sichuan menayangkan rincian seorang pengusaha yang menghilang setelah mengemplang utang. Tadinya hal itu dilihat sebagai satu kasus saja.

Namun kini praktek tersebut diperkirakan mulai menyebar ke tempat lain, di saat China berusaha menggunakan teknologi untuk memantau perilaku 1,4 miliar warga mereka.

China sejauh ini sudah menggunakan sistem kredit sosial di mana warga mendapat angka tertentu berdasarkan perilaku sehari-harinya.

Pekan lalu, sebuah bioskop di Provinsi Zhejiang yang sedang menayangkan film The Avengers: Endgame, memulai penayangan film dengan menampilkan foto-foto mereka yang masih berhutang kepada negara sebagai tayangan ekstra.

Menurut akun media sosial WeChat Pengadilan Distrik Liandu, penayangan itu dimasukkan agar para pengutang membayar utangnya atau akan menghadapi konsekuensi serius.

Tayangan selama 30 detik dengan latar belakang musik dramatis ini memuat foto 60 orang dan jumlah utang mereka.

Dalam tayangan itu disebutkan, tidak ada toleransi bagi mereka yang tak membayar utang. Mereka bisa dilarang bepergian dengan kereta api atau menginap di hotel. Rekening mereka juga akan dibekukan.

Pengadilan Liandu di Zhejing sebelumnya menyatakan bahwa menayangkan informasi mengenai para pengemplang utang ini hanya salah satu staregi.

Strategi lainnya berupa pemasangan foto pengemplang utang di 300 lokasi pusat perbelanjaan, stasiun, dan pasar, sehingga orang-orang yang tak jujur ini tidak bisa lagi bersembunyi.

Usaha mempermalukan ini tampaknya akan semakin menyebar di China.

Awal tahun ini, di Provinsi Hebei, pemerintah mengeluarkan peta bernama Deadbeat yang dipasang di WeChat. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melihat orang-orang di sekeliling mereka yang memiliki utang kepada negara.

Pengadilan lokal di China meningkatkan usaha untuk mempermalukan warga sehingga mereka mau membayar utangnya.

Laporan-laporan dari media setempat menunjukkan pengadilan menayangkan informasi di bioskop dan di lokasi umum di Provinsi Hebei, Jiangxi, Sichuan, Jiangsu, dan Guizhou.

Salah seorang pengemplang utang bernana Lan mengatakan kepada media lokal bahwa dirinya langsung membayar utangnya setelah identitasnya ditayangkan di bioskop.

"Sebagai seorang bapak, saya tidak mau membuat putri saya malu. Saya harus memastikan anak-anak saya tidak melihat ini," katanya, seperti dilaporkan ABC News, Selasa (30/4/2019).

Penayangan para pengemplang utang ini membuat banyak warganet kaget namun umumnya mendukung tindakan pemerintah.

"Saya menyarankan agar ini dilakukan di seluruh negeri," tulis satu akun Weibo, Eden-Lee.

Namun, kendati ada berbagai usaha tersebut, Pengadilan Liandu menyatakan baru 80 dari 5.478 orang yang wajahnya ditayangkan selama 2018 yang membayar utang mereka.

Dan tidak semua warga China mendukung usaha mempermalukan warga di depan publik tersebut.

"Jujur saja, saya tidak keberatan bila tayangan itu berisi para penjahat yang dicari. Pihak berwenang sepenuhnya mampu mencari para pengemplang utang ini tanpa harus membuat mereka malu," kata warganet, di Weibo.

"Mengapa harus melakukan cara yang mirip dengan apa yang terjadi semasa Revolusi Kebudayaan?" ujar warganet lain.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut