Catat! Amerika Batasi Masa Berlaku Visa Mahasiswa Asing Maksimal 4 Tahun
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat waktu tinggal bagi pelajar dan jurnalis asing di Amerika Serikat (AS). Langkah ini diberlakukan bagian dari pengetatan imigrasi sebagaimana gencar dilakukan Trump sejak awal masa jabatannya.
Berdasarkan aturan visa terbaru, warga asing dengan visa pelajar tidak akan diizinkan tinggal lebih dari 4 tahun.
Sementara itu jurnalis asing dibatasi hanya untuk tinggal 240 hari, meski masih bisa mengajukan perpanjangan 240 hari lagi. Pengecualian diberikan untuk jurnalis China yang hanya mendapat izin tinggal selama 90 hari.
Amerika Serikat saat ini mengeluarkan visa program pendidikan pelajar atau jurnalis, meski tidak ada visa non-imigran yang berlaku lebih dari 10 tahun.
Parah! AS Tolak Beri Visa Pejabat Palestina yang Akan Hadiri Sidang Umum PBB
Usulan perubahan tersebut telah dipublikasikan di Federal Register dan memberikan waktu bagi publik untuk memberikan komentar sebelum diberlakukan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menuduh sejumlah warga asing memperpanjang masa studi mereka tanpa batas waktu agar bisa tinggal di sebagai mahasiswa abadi.
Kalah! Pemerintah AS Akhirnya Izinkan Mahasiswa Asing Harvard Urus Visa Masuk
"Sudah terlalu lama pemerintahan sebelumnya mengizinkan mahasiswa asing dan pemegang visa lain untuk tinggal di AS hampir tanpa batas waktu, menimbulkan risiko keamanan, menghabiskan dana pembayar pajak yang tak terhitung jumlahnya, serta merugikan warga AS," bunyi pernyataan departemen, seperti dikutip dari AFP.
Departemen tidak menjelaskan apa dampak kerugian yang ditimbulkan terhadap warga AS atau pembayar pajak oleh kehadiran mahasiswa asing. Padahal data statistik Departemen Perdagangan AS menyebutkan, mahasiswa asing menyumbang lebih dari 50 miliar dolar bagi perekonomian AS pada 2023.
Amerika Serikat menerima lebih dari 1,1 juta mahasiswa internasional pada tahun akademik 2023-2024, lebih banyak dibandingkan negara lain.
Kelompok yang mewakili para pemimpin perguruan tinggi dan universitas AS mengecam langkah terbaru pemerintah sebagai hambatan birokrasi yang tidak perlu. Kebijakan ini bisa mengganggu pengambilan keputusan akademis dan semakin menghalangi calon mahasiswa yang seharusnya berkontribusi pada penelitian dan penciptaan lapangan kerja.
Aturan imigrasi baru ini muncul saat kampus-kampus memulai tahun akademik, banyak universitas melaporkan penurunan pendaftaran mahasiswa asing dampak kebijakan sebelumnya oleh pemerintahan Trump.
Editor: Anton Suhartono