Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Insiden Penghinaan, Menlu Italia Desak Prancis Minta Maaf

Jumat, 05 Mei 2023 - 13:49:00 WIB
Buntut Insiden Penghinaan, Menlu Italia Desak Prancis Minta Maaf
Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin menghina pemerintah Italia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ROMA, iNews.id - Pemerintah Italia mendesak Prancis untuk meminta maaf atas penghinaan yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin. Hubungan kedua negara yang sebelumnya sudah rentan karena sejumlah masalah, kini makin riskan.

Desakan itu disampaikan Menlu Italia, Antonio Tajani dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Jumat (5/5/2023).

"Seorang menteri luar negeri tidak berani melakukan apa yang telah dilakukan orang ini. Jika seseorang menyinggung secara serampangan, paling tidak yang bisa mereka lakukan adalah meminta maaf. Dalam hal ini, dia menyinggung semua orang Italia, serta pemerintah dan perdana menteri," kata Tajani kepada surat kabar Il Corriere della Sera, mengacu pada Darmanin. 

Sebelumnya, Darmanin telah kepada radio RMC mengatakan, Perdana Menteri Sayap Kanan Italia, Giorgia Meloni tidak mampu menyelesaikan masalah migrasi yang membuatnya terpilih. Darmanin juga menuduhnya berbohong kepada para pemilih bahwa ia dapat mengakhiri krisis atas meningkatnya jumlah migran yang tiba dengan perahu.

Darmanin juga membandingkan Meloni dengan pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen yang merupakan musuh politik Presiden Emmanuel Macron.

"Ekstrim kanan memiliki sifat buruk. Membohongi penduduk," kata Darmanin.

Akibat pernyataan Darmanin tersebut, Menlu Antonio Tajani membatalkan kunjungan ke Paris. Dia menganggap yang dikatakan Darmanin sebagai 'penghinaan' terhadap Italia dan perdana menteri sayap kanan, Giorgia Meloni.

Tujuan Tajani ke Paris untuk meningkatkan hubungan kedua negara anggota Uni Eropa itu yang semakin rapuh akibat beberapa masalah.

Ini merupakan insiden terbaru dari serangkaian konflik kedua negara sejak Meloni menjabat perdana menteri pada Oktober 2022. Meloni berasal dari pemerintahan nasionalis konservatif yang memiliki visi sangat berbeda dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pada November lalu, Darmanin mengecam Italia dan menyebut pemerintahan Meloni egois karena menolak mengizinkan kapal penyelamat berlabuh di Prancis.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut