Botol Berisi Selembar Surat Ditemukan di Pantai Hawaii, Isinya Mengejutkan
HONOLULU, iNews.id - Sebuah botol kaca berisi selembar surat ditemukan terdampar di pantai Hawaii tahun 2021. Ternyata surat itu ditulis oleh seorang siswa Jepang pada 1984 silam lantas dilempar ke laut.
Abbie Graham (9) merupakan bocah yang menemukan botol kaca itu. Saat itu, dia bersama keluarga tengah berada di Paradise Park, Keaau, Hawaii.
Ayah Abbie, John Graham awalnya tak menanggapi serius temuan anaknya tersebut. Dia mengira botol itu merupakan sampah yang terdampar di pinggir pantai.
"Saya pikir itu sampah dan dia pikir itu harta karun," katanya seperti dikutip dari Hawaii Tribune-Herald.
AS Uji Coba 2 Rudal Pertahanan Aegis di Hawaii, 1 Kenai Target
Saat itu, Abbie melihat botol kaca tersebut berada di antara pasir. Dia pun mengambil dan menunjukkannya pada John.
"Beberapa hari kemudian kami membukanya. Dan itu dari Jepang," katanya.
Pesawat Boeing 737 yang Mendarat Darurat di Laut Hawaii Ditemukan, Ini Penampakannya
Dari tulisan yang ada, diketahui surat itu dilemparkan ke laut pada tahun 1984 sebagai bagian dari proyek sekolah untuk memantau arus laut.
Vice melaporkan, gulungan kertas ditulis dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Jepang. Ajaibnya, surat yang ditemukan di Hawaii itu tetap utuh.
Botol itu merupakan bagian dari proyek klub ilmu alam di Sekolah Menengah Atas Choshi Prefektur Chiba, dekat Tokyo. Botol kaca ini menempuh jarak sekitar 4.000 mil atau 6.437 kilometer hingga akhirnya terdampar di sebuah pantai di Hawaii.
"Botol ini dibuang ke laut di lepas pantai Choshi, Jepang, pada Juli 1984. Meminta siapa pun yang menemukannya memberi tahu sekolah di mana dan kapan," tulis surat tersebut.
Abbie lantas mengirim surat ke sekolah yang dimaksud beserta gambarnya bersama saudara perempuannya tengah makan sushi.
Wakil kepala sekolah SMA Choshi, Jun Hayashi mengaku senang menerima kabar dari Abbie.
"Para siswa senang mendapatkan surat itu kembali. Meskipun siswa yang dimaksud telah lulus, itu tetap menyenangkan bagi siswa saat ini," katanya dilansir dari Vice.
Dicerikatkan, siswa sekolah menengah di Chosi melemparkan 750 botol ke laut pada tahun 1980-an. Selama 11 tahun kemudian, sebanyak 50 botol ditemukan di Jepang, Filipina, Cina dan Amerika Serikat (AS).
Namun setelah tahun 2002, sekolah tidak lagi mendengar adanya temuan botol. Klub sains tersebut pun dibubarkan pada tahun 2007.
Mantan anggota klub sains, Mayumi Kandu mengaku terkejut mendengar ada botol lain telah ditemukan.
"Itu membawa kembali banyak kenangan nostalgia ketika saya masih seorang siswa sekolah menengah," kata pria berusia 54 tahun itu.
Dia pun berterima kasih kepada Abbie, sekolah tempat dia dan kawan-kawan sesama anggota klub sains.
"Saya sangat berterima kasih kepada gadis yang mengambil botol itu, kepada sekolah lama saya yang telah mengatur proyek ini, dan kepada semua orang yang terlibat," katanya.
Editor: Umaya Khusniah