Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kereta Cepat Malaysia-Singapura Segera Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 5 Menit
Advertisement . Scroll to see content

Bocah WNI Tewas Ditabrak di Singapura: Pelaku Bebas, Ibu Korban Masih Dirawat Intensif

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:07:00 WIB
Bocah WNI Tewas Ditabrak di Singapura: Pelaku Bebas, Ibu Korban Masih Dirawat Intensif
Penabrak WNI di Singapura yang menewaskan bocah perempuan 6 tahun bebas dengan jaminan (Foto: CNA)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Penabrak WNI di kawasan Chinatown Singapura yang menewaskan bocah perempuan 6 tahun bebas dengan jaminan. Kecelakaan tragis itu terjadi pada 6 Februari saat korban, Sheyna Lashira Smaradiani, bersama orang tua dan adiknya berlibur ke Singapura.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura terus memamtau hasil penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Singapura (SPF). Bahkan KBRI menyediakan pengacara untuk keluarga korban yang bertindak secara pro-bono dan tidak berbiaya.

Pelaku yang menabrak korban, perempuan berusia 38 tahun, ditangkap di hari kejadian atas tuduhan mengemudi dengan sembrono yang menyebabkan kematian.

KBRI mendapat kabar bahwa pengemudi tersebut dibebaskan dengan jaminan sesuai dengan hukum Singapura. Namun SPF memastikan penyelidikan masih berlangsung sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, ibu korban, Raisha Anindra Pascasiswi (31), masih dirawat intensif di Unit Perawatan Intensif (HDU) Rumah Sakit Umum Singapura (SGH). Meski demikian Raisha dilaporkan sudah bisa berkomunikasi. 

Istri Raisha, Ashar Ardianto (30), mengalami trauma dan terguncang karena kehilangan putrinya serta sang istri yang masih belum stabil.

Wakil Kepala Misi KBRI di Singapura Thomas Ardian Siregar mengatakan kepada Channel News Asia (CNA), Raisha masih lemah karena lula parah.

Sementara itu KBRI memastikan akomodasi untuk Ashar selama berada di Singapura agar bisa terus memantau sang istri.

“Untuk saat ini, Ashar tinggal di Kediaman Duta Besar, sementara kami menunggu perawatan istrinya di rumah sakit. Secara fisik, dia tampak baik-baik saja. Namun secara emosional, dia jelas sangat terguncang. Secara psikologis, masih sangat sulit baginya untuk menerima,” kata Thomas.

Kecelakaan fatal itu terjadi di siang bolong saat Ashar, Raisha, dan Sheyna sedang menyeberang jalan di dekat Kuil Relik Gigi Buddha. Mobil listrik berwarna gelap yang keluar dari tempat parkir di sebelahnya hendak berbelok ke kanan, menabrak Raisha dan Sheyna. Sementara Ashar yang sedang mendorong kereta bayi berisi putra bungsu mereka berusia 2 tahun, berada sedikit di depan dan tidak tertabrak.

Sheyna menderita luka parah di kepala dan dinyatakan meninggal di SGH. Jenazahnya dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan pada 8 Februari di TPU Tanah Kusir.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut