Bocah 13 Tahun Jatuh dari Tebing 30 Meter di Grand Canyon, Alami Patah Tulang hingga Limpa Pecah
WASHINGTON DC, iNews.id – Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dari Dakota Utara, Amerika Serikat, selamat setelah terpeleset dan jatuh hampir 30 meter di tepi utara Grand Canyon. Insiden itu terjadi tatkala korban sedang berlibur bersama keluarganya, pekan lalu.
BBC melaporkan, bocah bernama Wyatt Kauffman itu jatuh dari tebing di lokasi wisata populer Lingkar Utara Grand Canyon, Selasa (8/8/2023). Tim penyelamat membutuhkan waktu dua jam untuk menarik korban ke tempat aman.
Bocah itu lantas diterbangkan ke rumah sakit. Dia dikatakan mengalami sembilan patah tulang, cedera tulang belakang, limpa pecah, paru-paru kolaps, gegar otak, tangan patah, dan jari terkilir.
“Saya berada di anjungan dan menyingkir agar orang lain bisa mengambil gambar,” kata Wyatt kepada stasiun televisi Phoenix KPNX, seperti dikutip kembali NDTV, Senin (14/8/2023).
Parah! Dokter Ini Masturbasi samping Gadis 14 Tahun dalam Pesawat, Ketahuan saat Selimut Jatuh
“Saya berjongkok dan berpegangan pada batu. Saya hanya berpegangan dengan satu tangan di atasnya,” ucap remaja laki-laki itu.
Menurut Wyatt, dia tidak begitu kuat mencengkeram batu tersebut. Akhirnya, dia kehilangan pegangan dan mulai jatuh ke belakang.
Waduh, Joe Biden Sebut Grand Canyon Masuk 9 Keajaiban Dunia
Dia mengatakan, dia sempat berjongkok dan kembali memegang batu dengan satu tangan ketika kehilangan pegangan yang pertama. Namun, dia akhirnya jatuh lagi.
“Setelah terjatuh, saya tidak ingat apa-apa lagi setelah itu,” tuturnya.
Kapal Tunda Tenggelam usai Tabrak Kapal Tanker di Terusan Suez
Saat siuman, Wyatt baru menyadari dia sudah berada di belakang ambulans dan helikopter. Dia lalu dinaikkan ke pesawat dan dibawa ke rumah sakit.
Bus Terguling dekat Grand Canyon AS, 1 Orang Tewas 56 Luka-Luka
Menurut NDTV, bocah itu berhasil ditarik ke tempat aman oleh tim dari Taman Nasional Grand Canyon.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja keras semua pihak,” kata ayah Wyatt, Brian Kauffman.
“Kami bersyukur, anak kami pulang dengan mobil di kursi depan, bukan di dalam peti (jenazah),” ucapnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil