Biden-Harris Menang Pilpres AS 2020, Obama Tulis Pesan Menyentuh
WASHINGTON, iNews.id - Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menuliskan pesan untuk pasangan Joe Biden dan Kamala Harris yang memenangkan Pilpres AS 2020. Obama juga mengajak seluruh rakyat AS yang sempat terpecah saat pilpres kembali bersatu dan membantu Biden menjalankan tugasnya.
Biden memastikan kemenangan dalam Pilpres AS setelah memperoleh 290 suara elektoral, unggul dari lawan politiknya Donald Trump yang mengumpulkan 214 suara elektoral. Perolehan suara keduanya masih mungkin berubah karena masih ada tiga negara bagian yang belum merampungkan perhitungan suara sampai Minggu (8/11/2020) pagi WIB.
Bagi Biden, ini merupakan puncak karier politiknya. Sebelumnya, dia pernah menjabat wakil presiden dua periode di era Barack Obama. Sedangkan bagi Harris, dia mencatatkan sejarah sebagai wapres perempuan dan kulit hitam pertama Amerika Serikat.
Biden dan Harris dijadwalkan akan dilantik sebagai Presiden AS ke-46 dan Wapres AS ke-49 pada Januari 2021.
Pesan dari Barack Obama
Kemenangan Biden dan Harris dalam Pilpres AS disambut suka cita oleh Obama. Melalui laman Facebook-nya, presiden AS ke-44 itu mengucapkan selamat kepada Biden-Harris serta berterima kasih kepada semua tim pemenang.
Dalam tulisannya, Obama juga mengajak seluruh warga Amerika yang sempat terpecah dalam Pilpres untuk sama-sama bersatu dan memberi kesempatan bagi Biden-Harris menjalankan program-program mereka selama periode jabatan.
Berikut isi pesan Obama
Saya sangat bangga dapat mengucapkan selamat kepada Presiden kita berikutnya, Joe Biden, dan Ibu Negara kita berikutnya, Jill Biden.
Saya juga sangat bangga mengucapkan selamat kepada Kamala Harris dan Doug Emhoff atas capaian terpilihnya Kamala sebagai Wakil Presiden kita berikutnya.
Dalam pemilihan ini, dalam keadaan yang belum pernah terjadi, ternyata banyak orang Amerika yang memilih. Dan setelah setiap suara dihitung, Presiden Terpilih Biden dan Wakil Presiden Terpilih Harris meraih kemenengan bersejarah dan menentukan.
Kami beruntung Joe memperoleh apa yang diperlukan untuk menjadi presiden dan telah bersikap seperti itu. Karena ketika dia masuk ke Gedung Putih pada bulan Januari, dia akan menghadapi serangkaian tantangan luar biasa--pandemi, sistem ekonomi dan keadilan yang tidak setara, demokrasi yang berisiko, dan iklim yang terancam.