Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M6,2 Guncang Prefektur Shimane Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Bersihkan Radiasi, Jepang Hidupkan Lagi ‘Kota Mati' 6 Tahun Pascagempa

Selasa, 26 Desember 2017 - 16:23:00 WIB
Bersihkan Radiasi, Jepang Hidupkan Lagi ‘Kota Mati' 6 Tahun Pascagempa
Jepang memulai rekonstruksi di kota terkontaminasi radiasu nuklir dari PLTN Fukushima, 6 tahun pascagempa dan tsunami yang menyapu daerah itu (Foto: Kyodo)
Advertisement . Scroll to see content

FUTABA, iNews.id – Para pekerja memulai membersihkan radiasi dan merekonstruksi Kota Futaba, Prefektur Fukushima, enam tahun lebih setelah gempa dahsyat 9 Skala Richter (SR) mengguncang Jepang, disusul dengan terjangan tsunami setinggi 10 meter.

Gempa tersebut merusak reaktor nuklir di PLTN Fukushima Daiichi dan dampak radiasi dirasakan di kota-kota sekitarnya.

Ini merupakan program pemerintah untuk merekonstruksi kota yang terkontaminasi radioaktif dari PLTN Fukushima hingga musim semi 2022. Perusahaan listrik Tokyo Electric Power Company Holdings (Tepco) selaku operator PLTN Fukushima Daiichi menanggung biaya rekonstruksi tersebut.

Sekitar 96 persen daerah di Futaba masuk kategori zona berbahaya dan belum layak dihuni pascagempa dan tsunami. Petugas khusus ditempatkan di penjuru kota untuk berjaga-jaga.

Selain Futaba, kota Okuma yang merupakan tempat berdirinya kompleks Fukushima Daiichi juga bernasib sama. Ada tujuh kota lain yang juga belum layak dihuni seperti halnya Futaba. Sebagian besar daerah itu masuk dalam zona bahaya.

Untuk tahap awal, petugas akan membersihkan dan merekonstruksi daerah seluas 555 hektare, atau 11 persen dari total luas Futaba.

Wali Kota Futaba Shiro Izawa mengatakan, rekonstruksi ini diharapkan dapat memancing warga untuk kembali.

"Kami ingin Anda mengerjakan ini, sambil memikirkan perasaan warga yang sedang menunggu hari-hari untuk mereka bisa kembali," kata Izawa, dikutip dari Kantor Berita Kyodo.

Di bawah pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup, pekerjaan pembersihan radioaktif dimulai dengan mengangkat lapisan teratas tanah di Stasiun JR Futaba. Lalu dilanjutkan dengan memotong rumput di sepanjang pinggiran jalan serta menghancurkan 60 rumah dan fasilitas publik.

Menjelang rampungnya rehabilitasi total Futaba, pemerintah akan mengaktifkan kembali perjalanan kereta ke kota itu pada akhir Maret 2020.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut