Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivis GSF Australia: Tentara Israel Perlakukan Kami Lebih Buruk daripada Hewan
Advertisement . Scroll to see content

Berkewarganegaraan Ganda, 8 Anggota Parlemen Australia Mundur

Selasa, 14 November 2017 - 16:18:00 WIB
Berkewarganegaraan Ganda, 8 Anggota Parlemen Australia Mundur
Jacqui Lambie (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Australia menghadapi krisis kewarganegaraan setelah munculnya aturan baru yang melarang pejabat federal, termasuk anggota parlemen, memiliki dua kerwarganegaraan. Delapan anggota parlemen Australia pun mengundurkan diri.

Anggota parlemen terakhir yang mundur adalah Jacqui Lambie, senator independen dari Kepulauan Tasmania.
Dia mengumumkan pengunduran diri sambil menangis. Dijelaskan kepada rekan-rekannya di parlemen bahwa dia baru mengetahui ada status kewarganegaraan Inggris yang melekat pada dirinya dari kakek dan ayah asal Skotlandia.

"Siapa saja yang mengenal ayah saya akan terkejut untuk memikirkan ini, sebagaimana orang selain warga Australia juga memikirkannya. Ayah saya diyakini telah meninggalkan status kewarganeraannya beberapa tahun lalu,” jelas Lambie, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/11/2017).

Krisis kewarganegaraan di Australia mencuat sejak 27 Oktober lalu setelah Pengadilan Tinggi Australia menegaskan kembali mengenai aturan di konstitusi 1901 yang melarang seseorang dengan status dua kewarganegaraan duduk di parlemen.

Aturan ini memaksa beberapa senator serta dua anggota koalisi Perdana Menteri Malcolm Turnbull di DPR, yakni Wakil Perdana Menteri Barnaby Joyce dan mantan petenis John Alxander untuk hengkang.

Hilangnya Joyce dan Alexander merupakan pukulan telak bagi pemerintah yang kini memiliki 150 anggota dewan. Turnbull mengatakan pihaknya tetap menjalankan pemerintah dengan berharap dukungan tambahan dari kubu independen.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut