Bela Iran, Kim Jong Un Sebut AS Negara Teroris Agresor Singgung Senjata Nuklir
SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menggunakan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran sebagai pembenaran negaranya dalam mengembangkan senjata nuklir.
Dalam pidato di hadapan Majelis Rakyat Tertinggi Korut setelah kembali terpilih sebagai Sekjen Partai Pekerja, Selasa (24/3/2026), Kim menilai langkah Korut dalam mempertahankan kepemilikan senjata nuklir merupakan langkah yang tepat.
Bukan hanya itu, Kim juga menuduh AS melakukan tindakan terorisme serta agresi yang disponsori pemerintah, meski dia tak menyebutkan Iran secara gamblang.
Situasi saat ini, kata Kim, jelas membuktikan bahwa Korut melakukan langkah yang tepat dalam menolak tekanan dan rayuan manis AS guna melucuti persenjataan nuklir. Dia menegaskan, status nuklir Korut sekarang tidak akan bisa diubah.
Prabowo Telepon Anwar Ibrahim hingga Raja Yordania, Serukan Iran-Israel Damai
Korut diyakini memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Tidak seperti Iran atau Venezuela, Korut memiliki senjata nuklir siap digunakan dan roket yang bisa mengantarkannya ke lokasi manapun di dunia, termasuk mampu ke daratan AS.
Baru-baru ini Korut melakukan serangkaian uji coba senjata tingkat tinggi, termasuk peluncuran rudal jelajah dari kapal perang baru. Selain itu Korut juga menembakkan rentetan roket yang diklaim bisa menggendong hulu ledak nuklir.
Bagi para pejabat Korut, konflik Iran memperkuat keyakinan lama bahwa negara-negara tanpa senjata nuklir rentan dipermainkan oleh militer AS, sementara negara yang memilikinya bisa mencegahnya.
Editor: Reza Fajri