Batal Hadiri Pertemuan Asia Timur, Donald Trump Percepat Tur Asia
WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih memastikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan menghadiri Pertemuan Asia Timur (EAS) yang digelar pada 14-15 November 2017 di Filipina.
Namun Trump akan menghadiri pertemuan ASEAN yang juga digelar di Filipina pada hari sebelumnya. Ia akan kembali ke Amerika pada 14 November atau bersamaan dengan pertemuan EAS. Tapi, Amerika tetap akan mengikuti pertemuan yang juga dihadiri oleh para pemimpin dari Australia, Selandia Baru, dan Rusia, itu
dengan diwakilkan oleh delegasi lain. Gedung Putih tidak menjelaskan alasan mengapa Trump membatalkan kehadirannya.
Filipina akan menjadi persinggahan terakhir Trump dalam tur 12 hari di Asia. Sebelum ke Filipina, Trump akan singgah di Jepang, Korea Selatan, China, lalu mengikuti pertemuan konferensi tingkat tinggi (KTT) negara kerja sama Asia Pasifik (APEC) di Vietnam.
Lawatan pertamanya ke Asia itu kemungkinan akan dimanfaatkan Trump untuk meminta dukungan dari negara-negara di kawasan soal program nuklir Korea Utara. Belum ada informasi apakah Trump akan berkunjung ke Zona Demiliterisasi (DMZ) di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara, saat melawat ke Korsel.
Jika tidak berkunjung ke DMZ, maka Trump melewatkan tradisi yang dilakukan oleh presiden-presiden AS sebelumnya. Ketika melawat ke Korsel pascapemisahan Korsel-Korut, para kelapa negara AS menyempatkan singgah di DMZ.
Ketegangan antara AS dan Korut meningkat setelah Trump melemparkan ancaman ke negara yang dipimpin oleh Kim Jung Un itu.
Editor: Anton Suhartono