BAGHDAD, iNews.id - ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket yang ditujukan pada sebuah pembangkit listrik di Irak bagian utara. Padahal, pembangkit listrik ini baru saja diresmikan pekan lalu.
Dilansir dari Nasher News, akibat serangan roket tersebut, pembangkit listrik pun mengalami kerusakan. Pembangkit listrik ini memiliki kapasitas produksi mencapai 1.260 megawatt.
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Sementara itu, Kementerian Listrik Irak menyatakan, pembangkit listrik Salahuddin menjadi sasaran roket dan menyebabkan kerusakan pada unit pembangkit. Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi baru saja membuka pembangkit listrik Salahuddin ini pekan lalu.
Kementerian Listrik juga mengatakan, dua menara transmisi listrik diserang bom di Provinsi Diyala bagian utara. Akibat serangan bom ini, saluran transmisi listrik dari Diyala ke Baghdad mengalami gangguan.
2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Tasikmalaya Anggota JAD Jabar dan Baiat ke ISIS
Pejabat di Kementerian Listrik mengatakan, ribuan warga Irak, terutama di kamp-kamp pengungsian kekurangan pasokan listrik. Saat ini, Irak baru menghasilkan antara 19.000-21.000 megawatt. Sementara kebutuhan sebenarnya melebihi 30.000 megawatt.
Editor: Umaya Khusniah