AS Selangkah Lagi Dapat Izin Jual 3 Senjata ke Taiwan di tengah Ketegangan dengan China
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat semakin dekat merealisasikan penjualan tiga senjata canggih ke Taiwan. Rincian kesepakatan tersebut sudah dikirimkan ke kongres untuk memperoleh persetujuan.
Langkah AS menjual senjata ke Taiwan jelang pemilihan presiden pada 3 November mendatang diyakini bakal membuat China marah. Sebab, Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang telah berjanji untuk bersatu lagi dengan China.
Bahkan, Beijing menegaskan akan menggunakan kekerasan jika diperlukan untuk menyatukan Taiwan dengan China daratan.
Reuters melaporkan, Selasa (13/10/2020), penjualan tiga senjata AS ke Taiwan telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS yang mengawasi Penjualan Militer Asing. Persetujuan itu sudah diketahui oleh Senat Hubungan Luar Negeri dan Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan.
Provokasi China Meningkat Dua Kali Lipat, Taiwan: Kami Tidak Takut!
Pemberitahuan informal itu untuk informasi penjualan peluncur roket berbasis truk yang dibuat oleh Lockheed Martin Corp yang disebut Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), rudal udara-ke-darat jarak jauh yang dibuat oleh Boeing Co disebut SLAM-ER, dan polong sensor eksternal untuk Jet F-16 yang memungkinkan transmisi citra dan data real-time dari pesawat kembali ke stasiun darat.
"Pemberitahuan untuk penjualan sistem persenjataan lain, termasuk drone udara besar dan canggih, rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat, dan ranjau bawah air untuk mencegah pendaratan amfibi belum mencapai Capitol Hill, tetapi ini diharapkan segera," kata sumber.
Taiwan Kirim Jet Tempur 2 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding 2019 untuk Cegat Pesawat China
Sementara itu Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat enggan menanggapi lebih jauh mengenai kabar tersebut.
"Sebagai masalah kebijakan, AS tidak mengonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai mereka resmi diberitahukan ke kongres," kata Deplu.
Taiwan Ajukan Daftar Belanja Senjata ke AS Antisipasi Serangan China
September lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sebanyak tujuh sistem senjata utama yang dipesan Taiwan tengah diproses. AS menegaskan dukungannya pada sistem persenjataan Taiwan di tengah meningkatnya provokasi dan tekanan dari China.
Mengetahui bantuan Amerika Serikat pada Taiwan, Kedutaan Besar China melontarkan peringatan keras pada Washington agar tidak mencampuri urusan di kawasan Selat Taiwan.
"Jangan sampai itu akan merugikan hubungan China-AS dan perdamaian serta stabilitas lintas-Selat," demikian pernyatan Dubes China.
Editor: Arif Budiwinarto