Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Mulai Operasikan Rudal Balistik Khorramshahr-4, Peringatan untuk AS dan Israel
Advertisement . Scroll to see content

AS Disebut Gagal Tembak Jatuh Drone Houthi di Laut Merah, Rudal Malah Meledak dekat Kapal Gabon

Senin, 25 Desember 2023 - 13:06:00 WIB
AS Disebut Gagal Tembak Jatuh Drone Houthi di Laut Merah, Rudal Malah Meledak dekat Kapal Gabon
Tangkapan layar dari video menunjukkan kapal kargo 'Galaxy Leader', yang dimiliki bersama oleh sebuah perusahaan Israel, dibajak oleh Houthi yang didukung Iran dari Yaman di Laut Merah pada 20 November 2023. (Foto: Anadolu via Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SANAA, iNews.id – Kelompok Houthi di Yaman menyebut kapal perang AS gagal menembak jatuh drone mereka di Laut Merah. Alih-alih menyasar drone Houthi, rudal AS malah meledak dekat sebuah kapal milik Gabon.

Juru Bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam mengatakan, kapal milik Gabon itu sedang melakukan perjalanan dari Rusia. “Laut Merah akan menjadi arena yang membara jika AS dan sekutunya terus melakukan penindasan. Negara-negara yang berbatasan dengan Laut Merah harus menyadari realitas bahaya yang mengancam keamanan nasionalnya,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat sebuah pesawat pengintai tak berawak milik Houthi sedang melakukan pengintaian di Laut Merah, sebuah kapal perang AS melepaskan tembakan dengan banyak senjata secara membabi buta.

“(Ini) menunjukkan keadaan kebingungan dan kekhawatiran (dari pihak AS). Salah satu rudal meledak di dekat perjalanan kapal milik Gabon di selatan dari Laut Merah, yang datang dari pelabuhan Rusia,” ungkap Abdessalam melalui Telegram.

Pada Rabu (20/12/2023), pemimpin Houthi, Abdelmalek al-Houthi, memperingatkan bahwa mereka akan menyerang kapal perang AS jika Washington DC mencoba menyasar kelompoknya.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan pembentukan operasi multinasional untuk mengamankan Laut Merah di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap kapal kargo. Austin mengatakan, ada jumlah negara yang mengambil bagian dalam operasi tersebut. 

Beberapa di antaranya adalah Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol. Houthi pun berjanji akan menyerang kapal mana pun yang bergabung dengan koalisi maritim pimpinan Amerika Serikat itu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut