AS Desak Korut Bertanggung Jawab atas Penyebaran Virus WannaCry
WASHINGTON, iNews.id – Gedung Putih menuding Korea Utara (Korut) menjadi biang kerok penyebaran virus WannaCry yang menghebohkan dunia pada awal 2017 lalu. Virus menyerang sistem komputer rumah sakit, perbankan, industri, dan perkantoran, di seluruh dunia.
"Serangan ini menyebar dan merugikan hingga miliaran (dolar). Korea Utara harus bertanggung jawab secara langsung," kata penasihat dalam negeri Presiden Donald Trump, Tom Bossert, dalam tulisan opininya di Wall Street Journal, dikutip dari Reuters, Selasa (19/12/2017).
Menurut dia, perbuatan Korut ini sangat jahat karena sebagian besar virus merusak secara tidak terkendali. "Perilaku jahatnya semakin mengerikan, WannaCry menyerang tanpa pandang bulu," ujar Bossert.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, rencananya Gedung Putih akan menindaklanjuti temuan ini dengan menyampaikan pernyataan resmi pada Selasa waktu setempat.
Dalam temuan itu diungkap bahwa pelaku peratasan jaringan komputer dunia dilakukan oleh sebuah kelompok bernama Lazarus Group. Kelompok ini bekerja atas nama Pemerintah Korut.
Pejabat AS juga menyebut kelompok ini bertanggung jawab atas serangan terhadap Sony Pictures Entertainment pada 2014. Serangan itu mengakibatkan file-file komputer Sony hilang, membocorkan informasi corporate communication, serta membuat beberapa pejabat perusahaan itu mengundurkan diri.
Sementara itu Korut belum memberikan pernyataan terkait tuduhan terbaru ini. Namun tuduhan keterlibatan Korut atas penyebaran WannaCry bukan baru kali ini terjadi.
Sebelumnya Korut berulang kali membantah tuduhan terlibat dalam penyebaran virus WannaCry. Pemerintahan Kim Jong Un menyerang balik bahwa ada pihak yang sengaja menggunakan isu ini untuk membuat situasi semakin panas.
Editor: Anton Suhartono