AS Akan Intervensi Pemilihan Pemimpin Iran yang Baru, Tak Ingin Rezim Berulang
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat (AS) bakal ikut campur dalam pemilihan pemimpin baru Iran jika terjadi perubahan kekuasaan di negara tersebut.
Langkah itu disebut untuk memastikan pemerintahan baru Iran tidak menjadi perpanjangan tangan rezim yang berkuasa saat ini.
Trump mengatakan, keterlibatan AS dalam proses pemilihan kepemimpinan baru Iran dianggap perlu agar siklus pemerintahan yang sama tidak terus berulang.
“Karena saya tidak ingin (rezim) berulang setiap 10 tahun,” kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (8/3/2026).
Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga, tapi Tegaskan Tak Menyerah
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Trump sebelumnya juga membuka kemungkinan melakukan serangan darat ke Iran.
Dia mengatakan pasukan AS mungkin akan dikirim ke Iran pada masa mendatang jika ada alasan yang kuat.
Sempat Dikabarkan Tewas usai Serangan AS, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
“Suatu saat nanti, mungkin kita akan melakukannya,” ujar Trump, saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan agresi darat.
Trump kembali menegaskan bahwa pengerahan pasukan AS bukan hal yang mustahil dilakukan.
“Mungkin, karena alasan yang sangat baik,” katanya.
AS selama ini menuduh Iran berencana mengembangkan senjata nuklir, meskipun tuduhan tersebut berulang kali dibantah Teheran. Bahkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum menemukan bukti bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir, walau negara itu memiliki cukup material uranium yang bisa diperkaya.
Trump juga menegaskan saat ini tidak ada rencana perundingan dengan Iran. Dia bahkan mengklaim pihak Iran yang justru menginginkan perdamaian.
“Kami tidak ingin berdamai. Mereka ingin berdamai. (Tapi) kami tidak ingin berdamai,” ujarnya.
Editor: Anton Suhartono