AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan akan menggunakan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri untuk mengganti kerugian yang diderita negara-negara Teluk. Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Arab serta fasilitas lain yang terkait.
Seorang sumber pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters, Menteri Keuangan Scott Bessent telah mengarahkan tim untuk menghitung kerugian yang diderita negara-negara Arab maupun negara sekutu lainnya akibat serangan Iran.
Kabar itu diungkap sehari setelah Iran melancarkan serangan ke Kuwait dan Bahrain untuk membalas gempuran udara AS pada Sabtu.
Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, sebelumnya mengatakan kepada CNN, negaranya bersedia menandatangani kesepakatan damai dengan AS jika aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri dilepas.
Sumber pejabat itu tidak menjelaskan secara rinci jenis aset apa yang sedang diperiksa oleh Departemen Keuangan.
Negosiasi perdamaian AS dan Iran sedang terhenti, meski seorang menteri Pakistan, negara mediator perundingan damai, berkunjung ke Teheran membawa surat untuk Mojtaba.
Ancaman perampasan aset-aset Iran bisa menimbulkan gangguan baru terhadap proses gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April lalu. Penghentian serangan itu kembali diuji pada akhir pekan ini dengan serangan yang dilakukan oleh AS dan Iran.
Pasukan AS menyerang fasilitas radar pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm, keduanya di Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan serangan balasa terhadap pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. Militer Kuwait mengeklaim menembak jatuh tujuh rudal balistik yang melintasi daerah pemukiman, mengakibatkan kerusakan material namun tidak ada korban jiwa.
Di Bahrain, sirene peringatan serangan udara diaktifkan dan warga didesak untuk mencari perlindungan.
Editor: Anton Suhartono