Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Umumkan Perang Lawan Iran Berakhir, USS Gerald R Ford Ditarik dari Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

AS Akan Evakuasi Kapal-Kapal Terjebak di Selat Hormuz Hari Ini

Senin, 04 Mei 2026 - 07:31:00 WIB
AS Akan Evakuasi Kapal-Kapal Terjebak di Selat Hormuz Hari Ini
Militer AS akan memulai operasi untuk mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz, Senin (4/5/2026) pagi. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) akan memulai operasi untuk mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz, Senin (4/5/2026) pagi waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, kapal perang akan memandu kapal-kapal yang terjebak keluar dari jalur perairan penting tersebut, sehingga bisa keluar dari bahaya. Seperti diketahui, puluhan ranjau ditebar di Selat Hormuz.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini, kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terlarang ini," kata Trump, di akun Truth Social.

Dia menambahkan, misi ini bertujuan agar kapal-kapal tersebut dapat dengan bebas melanjutkan pelayaran mereka.

Trump mengklaim, banyak negara di seluruh dunia meminta bantuan AS terkait masalah ini.

Sementara itu, AS telah mengirim jawaban atas 14 poin tuntutan perdamaian yang baru. Jawaban itu diberikan melalui mediator Pakistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Ismail Baghaei mengatakan, pemerintah sedang mempelajari respons AS tersebut.

Dia menegaskan prgram nuklir Iran tidak menjadi topik dalam negosiasi damai kedua negara, seluruh pembahasan berfokus pada upaya mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi pada Sabtu lalu mengatakan, Iran telah menyerahkan rencana untuk mengakhiri konflik AS-Iran kepada Pakistan.

Rencana perdamaian itu terdiri atas 14 poin, di antaranya membahas ganti rugi perang serta mekanisme baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut