Arab Saudi Ungkap Kerugian Serangan Iran, Produksi Minyak Berkurang Ratusan Ribu Barel per Hari
RIYADH, iNews.id - Arab Saudi mengungkap kerugian akibat serangan Iran terhadap infrastrukturnya, khususnya fasilitas energi, selama perang AS-Israel melawan Iran berlangsung. Serangan Iran ke Saudi menewaskan dua orang, yakni seorang warga sipil dan personel keamanan energi. Selain itu, tujuh orang lainnya luka yakni personel keamanan di fasilitas energi.
Sumber resmi Kementerian Energi Arab Saudi, seperti dikutip dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Jumat (10/4/2026), menyebutkan beberapa fasilitas energi penting menjadi sasaran, termasuk fasilitas produksi, transportasi, penyulingan minyak dan gas, serta fasilitas petrokimia dan sektor listrik di Riyadh, Provinsi Timur, dan Kota Industri Yanbu.
Serangan Iran menargetkan salah satu stasiun pompa di Pipa Timur-Barat, menyebabkan kerugian dalam produksi minyak sekitar 700.000 barel per hari. Pipa tersebut merupakan jalur utama untuk memasok minyak ke pasar global.
Menurut sumber, fasilitas produksi Manifa juga menjadi target serangan, mengakibatkan pengurangan kapasitas produksi sekitar 300.000 barel per hari. Serangan lain menargetkan fasilitas Khurais yang menyebabkan pengurangan kapasitas produksi sebesar 300.000 barel per hari, sehingga total pengurangan kapasitas produksi di kedua fasilitas tersebut menjadi sekitar 600.000 barel per hari.
Arab Saudi Kutuk Keras Iran Blokade Selat Hormuz, Ancam Ekonomi Global
Serangan tersebut juga meluas ke fasilitas penyulingan utama, termasuk SATORP di Jubail, kilang Ras Tanura, kilang SAMREF di Yanbu, dan kilang Riyadh, yang memengaruhi ekspor produk olahan ke pasar global.