Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Puji Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza: Negara yang Luar Biasa!
Advertisement . Scroll to see content

Apa Itu ISF, Pasukan Stabilisasi Gaza? Ini Penjelasannya

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:48:00 WIB
Apa Itu ISF, Pasukan Stabilisasi Gaza? Ini Penjelasannya
Indonesia akan mengirim 8.000 personel TNI ke Gaza yang bertugas di bawah Pasukan International Stabilization Force (ISF) (Foto: Dok IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Nama International Stabilization Force (ISF) menjadi sorotan setelah Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan dalam misi tersebut. Indonesia berkomitmen mengirimkan 8.000 prajurit TNI sebagai bagian dari ISF untuk diberangkatkan ke Gaza.

ISF adalah pasukan stabilisasi multinasional yang dibentuk untuk memastikan implementasi gencatan senjata, menjaga keamanan, serta membantu proses transisi pemerintahan sipil di Gaza. Pembentukan ISF merupakan bagian dari kesepakatan internasional untuk memastikan perdamaian di Gaza benar-benar berjalan.

Pengumuman Indonesia menjadi Wakil Komandan ISF itu disampaikan langsung Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jasper, Kamis (19/2/2026).

Apa Itu International Stabilization Force (ISF)?

ISF adalah pasukan multinasional yang dirancang untuk menjalankan mandat stabilisasi keamanan di Jalur Gaza. Pembentukan ISF mendapat dukungan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengakomodasi rencana perdamaian internasional pascakonflik di Gaza, pada akhir 2025.

ISF memiliki mandat antara lain mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, menjamin keamanan warga sipil, dan mengamankan koridor bantuan kemanusiaan. ISF juga mendukung proses demiliterisasi, melatih kepolisian Palestina yang baru, dan mengawasi penghancuran infrastruktur militer yang berpotensi memicu konflik ulang.

ISF dirancang bukan sebagai pasukan tempur ofensif, melainkan sebagai kekuatan stabilisasi dan pengawasan keamanan transisi.

Struktur dan Kepemimpinan ISF

ISF berada di bawah koordinasi internasional melalui forum bernama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Dalam pengumuman resmi, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengatakan, Indonesia menerima posisi Wakil Komandan.

Jeffers mengatakan, ISF akan ditempatkan di lima sektor berbeda. Setiap sektor akan diisi oleh satu brigade pasukan ISF. Dalam jangka pendek, ISF akan mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu dan pelatihan polisi. 

"Tujuan jangka menengah adalah terus memperluas sektor demi sektor. Semuanya menuju target jangka panjang kami, yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF," kata Jeffers. 

Indonesia Kirim 8.000 Prajurit TNI ke Gaza

Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum perdana BoP menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam ISF. Pasukan Indonesia akan menjalankan misi di antaranya nontempur, kemanusiaan dan medis, rekonstruksi infrastruktur dan dukungan stabilisasi keamanan.

Dalam forum tersebut, Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, khususnya di Gaza Palestina. Penugasan 8.000 prajurit TNI ini tidak dimaksudkan untuk operasi ofensif, melainkan untuk memastikan perdamaian berjalan efektif sehingga masyarakat Gaza bisa kembali menjalani kehidupan normal.

"Pencapaian gencatan senjata ini nyata, kami mengapresiasinya, dan karena itu kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mengirimkan sejumlah pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," tegas Presiden Prabowo di Washington DC, Kamis (19/2/2026).

Prabowo juga menegaskan, niat inti Indonesia bergabung dengan Board of Peace yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus digaungkan kepada negara-negara di dunia.

"Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tegas Prabowo.

Negara-Negara yang Terlibat dalam ISF

Selain Indonesia, beberapa negara telah menyampaikan kesiapan berpartisipasi dalam ISF, termasuk Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir dan Yordania.

"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF, yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Jeffers.

Keterlibatan negara-negara tersebut menunjukkan ISF bersifat multilateral dan tidak berdiri di bawah satu negara saja, meskipun gagasan awalnya muncul dalam kerangka rencana perdamaian yang turut didorong Amerika Serikat pada masa Presiden Donald Trump.

Masa tugas ISF direncanakan hingga akhir 2027. Pada dasarnya, ISF akan mengambil alih banyak tanggung jawab keamanan yang sebelumnnya telah dijalankan Hamas selama 19 tahun terakhir. 

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut