Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabur ke Perbukitan, WNA Inggris Curi Tas Turis Prancis Ditangkap di Nusa Penida
Advertisement . Scroll to see content

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Janji Pulihkan Stabilitas

Senin, 20 Juli 2026 - 15:35:00 WIB
Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris, Janji Pulihkan Stabilitas
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris per Senin (20/7/2026). Burnham akan menjadi PM Inggris ke-7 sejak 2016 dan mengisi posisi yang sebelumnya diisi Keir Starmer.

Melansir BBC, pergantian kepemimpinan ini diharapkan mengakhiri gejolak politik yang melanda Inggris dalam beberapa tahun terakhir melalui proses transisi yang berlangsung mulus.

Juru Bicara Burnham mengatakan, dalam pidato perdananya sebagai perdana menteri, dia akan mengakui bahwa masyarakat telah mengalami terlalu banyak pergantian pemimpin dalam satu dekade terakhir. Karena itu, Burnham berjanji akan memulihkan stabilitas politik di Inggris.

Burnham menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh. Dia memperoleh dukungan pencalonan dari 379 dari total 403 anggota parlemen Partai Buruh di House of Commons atau Majelis Rendah Parlemen Inggris.

Pada Senin pagi waktu setempat, Starmer akan meninggalkan Downing Street menuju Istana Buckingham untuk secara resmi menyampaikan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III

Tak lama kemudian, Burnham akan datang ke istana dan Raja Charles III akan memintanya membentuk pemerintahan baru. Burnham akan resmi menjadi perdana menteri melalui upacara seremonial yang dikenal sebagai "kissing hands" atau cium tangan, meski dalam praktik modern tidak ada prosesi tersebut.

Peran raja dalam proses tersebut merupakan warisan tradisi ketika monarki masih memiliki kekuasaan penuh untuk menunjuk kepala pemerintahan. Saat ini, Raja Charles III tidak memiliki kewenangan politik, tetapi secara konstitusional tetap bertugas menunjuk pemimpin partai yang memiliki mayoritas di House of Commons sebagai perdana menteri.

Sistem demokrasi parlementer Inggris memungkinkan partai yang berkuasa mengganti pemimpinnya, sehingga otomatis berganti pula perdana menterinya, tanpa harus menggelar pemilihan umum. Pemilu nasional berikutnya paling lambat digelar pada 2029, meski Burnham dapat memutuskan untuk mengadakan pemilu lebih awal.

Perhatian publik juga akan tertuju pada siapa saja yang akan ditunjuk Burnham sebagai anggota kabinetnya. Burnham diprediksi akan merombak tim utama peninggalan Starmer, terutama pada posisi Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut