Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Advertisement . Scroll to see content

Amunisi Menipis gegara Perang Iran, AS Gandeng Produsen Mobil GM dan Ford Produksi Senjata

Kamis, 16 April 2026 - 21:00:00 WIB
Amunisi Menipis gegara Perang Iran, AS Gandeng Produsen Mobil GM dan Ford Produksi Senjata
AS menggandeng produsen mobil untuk memproduksi senjata dan amunisi yang menipis gara-gara perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak produsen kendaraan untuk terlibat dalam memproduksi senjata dan amunisi. Persediaan amunisi AS terkuras akibat perang melawan Iran sejak 28 Februari lalu.

Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat AS, melaporkan para petinggi Departemen Pertahanan (Pentagon) bertemu dengan produsen mobil serta perusahaan lain untuk memulihkan kembali persediaan amunisi. Para pemimpin perusahaan yang ditemui Pentagon antata lain CEO Ford Motor Jim Farley dan CEO General Motors (GM) Mary Barra.

Disebutkan, Presiden Donald Trump ingin produsen mobil untuk memainkan peran lebih besar dalam produksi militer.

Menurut sumber tersebut, perang Iran serta bantuan persenjataan untuk Ukraina menguras persediaan amunisi AS. Oleh karena itu, Pentagon mempertimbangkan untuk melibatkan perusahaan otomotif dalam proses tersebut.

Para pejabat senior Pentagon berharap produsen mobil bisa memanfaatkan kapasitas manufaktur mereka untuk memproduksi senjata dan perlengkapan militer.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Pentagon menantang produsen mobil, termasuk General Motors dan Ford, mengalihkan kapasitas pabrik untuk memproduksi perangkat keras taktis, rudal, serta teknologi anti-drone, guna mengisi peran yang selama ini dimainkan kontraktor pertahanan konvensional.

Mereka juga meminta para CEO untuk mengidentifikasi hambatan dalam menjalankan tugas pertahanan, mulai dari persyaratan kontrak hingga proses penawaran.

Disebutkan pula, para pejabat Pentagon menggambarkan perluasan produksi senjata dalam negeri sebagai keharusan dan kebutuhan keamanan nasional.

Pembicaraan ini berlangsung di tengah laporan bahwa persediaan militer AS semakin menipis karena perang di Ukraina dan Iran.

Pentagon meminta Gedung Putih mengajukan anggaran tambahan 200 miliar dolar AS lebih ke Kongres untuk keperlaun perang melawan Iran. Anggaran tersebut untuk meningkatkan produksi senjata.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut