Aktivis Kembali Terbangkan Balon Berisi Propaganda Anti-Pyongyang ke Korut
SEOUL, iNews.id - Kelompok aktivis di Korea Selatan (Korsel) bentrok dengan polisi saat menerbangkan balon bermaterikan anti-Pyongyang. Pemerintah Korsel mengatakan Korea Utara (Korut) mengancam akan melancarkan pembalasan yang mematikan.
Park Sang-hak, seorang pembelot Korut yang menjadi aktivis mengatakan, kelompoknya telah meluncurkan sekitar delapan balon dari sebuah daerah di kota perbatasan Korsel, Paju pada Sabtu (1/10/2022) malam. Kemudian, polisi tiba di tempat kejadian dan mencegah mereka menerbangkan 12 balon yang tersisa.
Polisi menyita beberapa barang mereka. Park Sang-hak dan tiga anggota kelompok ditahan karena sempat bentrok ringan dengan petugas. Setelah diinterogasi, keempat orang itu akhirnya dilepaskan.
Pejabat di kepolisian Paju dan badan kepolisian Provinsi Gyeonggi utara tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Minggu.
Waspada, Hacker Korut Bikin Pekerjaan Palsu untuk Curi Data Penting
"Balon yang diterbangkan ke Korut membawa masker, Tylenol dan tablet Vitamin C bersama dengan materi propaganda, termasuk buklet yang memuji kekayaan ekonomi Korsel. Ada juga ratusan USB yang berisi video anggota Kongres AS yang mencela catatan hak asasi manusia Korut," kata Park.
Salah satu balon membawa plakat bertuliskan “Seluruh umat manusia mencela Kim Jong Un yang mengancam akan menyerang (Korea Selatan) terlebih dahulu dengan rudal nuklir”.
Korut Tembakkan Rudal dari Kapal Selam, Korsel AS dan Jepang Langsung Gelar Latihan
Kalimat itu mengacu pada doktrin nuklir pemimpin Korut yang meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga.
Selama bertahun-tahun, Park telah menerbangkan balon berisi helium berisi selebaran dan materi propaganda lain yang mengkritik keras keluarga Kim. Dia juga mulai mengirimkan masker, obat-obatan dan vitamin menyusul munculnya Covid-19.
Korut Tembakkan 2 Rudal Balistik Malam Ini, Tak Takut Ancaman Korsel-AS
Peluncuran itu terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Korsel meminta para aktivis untuk menghentikan peluncuran balon mereka. Pemerintah khawatir dengan keselamatan penduduk daerah perbatasan.
Juru bicara Kementerian Unifikasi Seoul, Lee Hyo-jung mengatakan, Korsel juga akan menanggapi dengan tegas setiap pembalasan Korut atas balon kiriman tersebut.
Korut Tembakkan Rudal Balistik Lagi
Permusuhan dua Korea itu memburuk tahun ini ketika Pyongyang meningkatkan aktivitas pengujian misil. Mereka juga mengancam tak segan menggunakan senjata nuklir bila pemimpinannya berada di bawah ancaman.
Editor: Umaya Khusniah