Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain
Advertisement . Scroll to see content

Aktivis Kembali Terbangkan Balon Berisi Propaganda Anti-Pyongyang ke Korut

Minggu, 02 Oktober 2022 - 21:27:00 WIB
Aktivis Kembali Terbangkan Balon Berisi Propaganda Anti-Pyongyang ke Korut
Kelompok aktivis di Korea Selatan (Korsel) bentrok dengan polisi saat menerbangkan balon bermaterikan anti-Pyongyang. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Kelompok aktivis di Korea Selatan (Korsel) bentrok dengan polisi saat menerbangkan balon bermaterikan anti-Pyongyang. Pemerintah Korsel mengatakan Korea Utara (Korut) mengancam akan melancarkan pembalasan yang mematikan.

Park Sang-hak, seorang pembelot Korut yang menjadi aktivis mengatakan, kelompoknya telah meluncurkan sekitar delapan balon dari sebuah daerah di kota perbatasan Korsel, Paju pada Sabtu (1/10/2022) malam. Kemudian, polisi tiba di tempat kejadian dan mencegah mereka menerbangkan 12 balon yang tersisa.

Polisi menyita beberapa barang mereka. Park Sang-hak dan tiga anggota kelompok ditahan karena sempat bentrok ringan dengan petugas. Setelah diinterogasi, keempat orang itu akhirnya dilepaskan. 

Pejabat di kepolisian Paju dan badan kepolisian Provinsi Gyeonggi utara tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Minggu.

"Balon yang diterbangkan ke Korut membawa masker, Tylenol dan tablet Vitamin C bersama dengan materi propaganda, termasuk buklet yang memuji kekayaan ekonomi Korsel. Ada juga ratusan USB yang berisi video anggota Kongres AS yang mencela catatan hak asasi manusia Korut," kata Park.

Salah satu balon membawa plakat bertuliskan “Seluruh umat manusia mencela Kim Jong Un yang mengancam akan menyerang (Korea Selatan) terlebih dahulu dengan rudal nuklir”.

Kalimat itu mengacu pada doktrin nuklir pemimpin Korut yang meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga.

Selama bertahun-tahun, Park telah menerbangkan balon berisi helium berisi selebaran dan materi propaganda lain yang mengkritik keras keluarga Kim. Dia juga mulai mengirimkan masker, obat-obatan dan vitamin menyusul munculnya Covid-19.

Peluncuran itu terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Korsel meminta para aktivis untuk menghentikan peluncuran balon mereka. Pemerintah khawatir dengan keselamatan penduduk daerah perbatasan. 

Juru bicara Kementerian Unifikasi Seoul, Lee Hyo-jung mengatakan, Korsel juga akan menanggapi dengan tegas setiap pembalasan Korut atas balon kiriman tersebut.

Permusuhan dua Korea itu memburuk tahun ini ketika Pyongyang meningkatkan aktivitas pengujian misil. Mereka juga mengancam tak segan menggunakan senjata nuklir bila pemimpinannya berada di bawah ancaman.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut